Oleh: Dessy Mudhiah Sartika, S.Tr.Ak., M.Acc.
(Kepala Devisi Keuangan Yaa Bunayya Islamic School)
Bismillahirrahmanirrahim
Menjadi pribadi yang secure berarti kamu memiliki rasa percaya diri yang sehat, stabil secara emosi, tidak mudah terpengaruh validasi eksternal, dan mampu membangun hubungan yang sehat dengan orang lain. Dalam psikologi, ini sering dikaitkan dengan konsep secure attachment (gaya keterikatan aman).
Kenali dan terima diri sendiri adalah fondasi utama untuk menjadi pribadi yang secure. Ini bukan berarti pasrah atau berhenti berkembang, tapi jujur melihat siapa diri kita tanpa menyangkal, tanpa membenci. Dalam psikologi, ini berkaitan dengan dua konsep penting yaitu self awareness “kemampuan mengenali diri” dan self acceptance “kemampuan menerima diri”. Pribadi yang secure tidak berarti sempurna, tapi sadar akan kekuatan dan kelemahannya.
a. Apa artinya “Mengenal Diri”?
Mengenal diri berarti kamu paham:
Contoh sederhana:
Ini bukan kelemahan—ini informasi tentang dirimu
b. Apa artinya “Menerima Diri”?
Menerima diri berarti:
Bukan berarti:
❌ “Yaudah aku begini aja selamanya”
✔️ Tapi: “Aku menerima diriku, sambil tetap berkembang”
c. Cara Melatih Kenali Diri
Tanyakan pertanyaan jujur ke diri sendiri. Coba jawab ini:
d. Cara Melatih Menerima Diri
Dari: “Aku payah banget”
Jadi: “Aku memang belum bisa, tapi aku belajar”
Contoh: “Aku orangnya sensitif” bukan berarti lemah, tapi “Aku lebih peka terhadap emosi”.
e. Tanda Kamu Sudah Mulai Menerima Diri
Ini adalah salah satu ciri paling kuat dari pribadi yang secure, kamu tetap merasa “cukup” meskipun tidak dipuji, disetujui, atau diperhatikan orang lain. Dalam psikologi, ini berkaitan dengan self worth “nilai diri dari dalam”dan external validation “pengakuan dari luar”. Orang yang tidak secure sering bergantung pada pujian atau pengakuan.
a. Apa itu validasi orang lain?
Validasi eksternal adalah ketika kamu merasa berharga hanya jika:
Masalahnya: Kalau sumber nilai dirimu dari luar, maka mood kamu ikut naik turun tergantung orang lain.
b.Kenapa ini bisa terjadi?
Biasanya karena:
Akhirnya muncul pola: “Aku berharga kalau orang lain bilang aku berharga”.
c. Cara Berhenti Bergantung pada Validasi
Mengelola emosi bukan berarti kamu harus selalu tenang atau tidak boleh marah. Justru sebaliknya, kamu tetap merasakan emosi, tapi tidak dikendalikan olehnya. Dalam psikologi, ini dikenal sebagai emotional regulation “kemampuan mengatur emosi” dan emotional awareness “kemampuan mengenali emosi”. Pribadi secure tetap bisa marah atau sedih, tapi tidak meledak-ledak.
a. Kenapa mengelola emosi itu penting?
Kalau emosi tidak dikelola:
Kalau emosi dikelola:
b. Kesalahan Umum Tentang Emosi
❌ “Aku harus selalu kuat”
❌ “Aku nggak boleh sedih”
❌ “Emosi itu lemah”
Yang benar:
✔️ Emosi itu normal
✔️ Semua orang punya emosi
✔️ Yang penting adalah cara kamu meresponsnya
c. Cara Mengelola Emosi dengan Baik
Bukan cuma “aku kesel”. Tapi “Aku kecewa karena tidak dihargai”. Semakin spesifik, semakin mudah dikontrol
Bukan:
❌ meledak-ledak
❌ memendam
Tapi:
✔️ ungkapkan dengan jelas dan tenang
d. Alihkan energi emosi, emosi butuh “keluar” bukan dipendam. Kalau emosi terlalu kuat:
Memiliki batasan yang sehat berarti kamu tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan orang lain terhadapmu, serta berani menjaganya. Dalam psikologi, ini disebut personal boundaries “batasan diri dalam hubungan” dan assertiveness “kemampuan menyampaikan kebutuhan dengan tegas dan sehat”. Secure people tahu kapan harus berkata “tidak”.
a. Apa Itu Boundaries?
Boundaries adalah “garis tak terlihat” yang melindungi:
Contoh sederhana:
b. Kenapa Boundaries Itu Penting?
Tanpa boundaries:
Dengan boundaries:
c. Cara Membangun Boundaries
Tanya diri:
Apa yang membuatku tidak nyaman?
Apa yang sering aku toleransi tapi sebenarnya tidak suka?
Mulai dari kecil: “Maaf, aku tidak bisa bantu sekarang.”
Tidak perlu alasan panjang
“Aku kurang nyaman kalau diperlakukan seperti itu.”
Bukan:
❌ marah
❌ diam saja
Menjadi pribadi yang secure berarti kamu bisa menikmati waktu sendiri tanpa merasa kosong, cemas, atau kesepian berlebihan. Ini bukan berarti anti-sosial, tapi tidak bergantung pada orang lain untuk merasa utuh. Dalam psikologi, ini berkaitan dengan self sufficiency “kemandirian emosional” dan secure attachment “rasa aman dari dalam diri”. Pribadi secure tidak takut kesepian.
a. Apa Bedanya “Sendiri” vs “Kesepian”?
Ini penting:
Pribadi secure:
✔️ Bisa sendiri tanpa merasa kehilangan diri
b. Kenapa Takut Sendiri?
Biasanya karena:
Jadi, kesepian sering bukan karena “tidak ada orang”. Tapi karena “tidak nyaman dengan diri sendiri”
c. Cara Melatih Nyaman dengan Diri Sendiri
Tanya:
Dari: “Aku butuh orang lain supaya bahagia”
Menjadi: “Aku sudah cukup, orang lain adalah pelengkap”
Banyak orang menghindari konflik karena takut merusak hubungan. Padahal, konflik yang dihadapi dengan cara sehat justru memperkuat hubungan dan membuat kamu lebih secure.
Dalam psikologi, ini berkaitan dengan conflict resolution “kemampuan menyelesaikan konflik” dan assertiveness “komunikasi tegas tanpa agresif”. Alih-alih menghindar, pribadi secure menyelesaikan masalah dengan komunikasi sehat. Gunakan prinsip jujur tanpa menyerang dan dengarkan tanpa defensif.
Pola Pikir yang Harus Dibangun
Untuk menjadi pribadi secure, kamu perlu mengganti pola pikir lama:
| Pola Lama | Pola Secure |
| “Aku harus disukai semua orang” | “Tidak semua orang harus menyukaiku” |
| “Aku takut ditinggalkan” | “Aku bisa berdiri sendiri” |
| “Nilai diriku dari orang lain” | “Nilai diriku dari diriku sendiri” |
| “Konflik itu menakutkan” | “Konflik itu normal” |
| “Aku harus menghindari” | “Aku bisa menghadapinya” |
| “Aku takut sendiri” | “Aku bisa menikmati waktu sendiri” |
| “Aku butuh orang lain untuk bahagia” | “Aku bisa bahagia dari dalam” |
| “Sendiri itu kesepian” | “Sendiri itu kesempatan mengenal diri” |
| “Aku harus menyenangkan semua orang” | “Aku juga punya batas” |
| “Menolak itu jahat” | “Menolak itu sehat” |
| “Aku harus langsung bereaksi” | “Aku bisa memilih responku” |
| “Emosi itu masalah” | “Emosi itu masalah” |
| “Aku dikuasai emosi” | “Aku dikuasai emosi” |
| “Kalau ditolak berarti aku gagal” | “Penolakan itu bagian hidup” |
Kesimpulan
Menjadi pribadi secure adalah proses, bukan hasil instan. Kuncinya:
Semakin kamu mengenal dan menerima diri sendiri, semakin kuat rasa aman dari dalam.
Tinggalkan Komentar