Info
Sunday, 17 May 2026
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026 / 2027 untuk TK, SD dan SMP Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

CARA MENJADI PRIBADI YANG SECURE

Wednesday, 1 April 2026 Oleh : admin

Oleh: Dessy Mudhiah Sartika, S.Tr.Ak., M.Acc.
(Kepala Devisi Keuangan Yaa Bunayya Islamic School)

Bismillahirrahmanirrahim

Menjadi pribadi yang secure berarti kamu memiliki rasa percaya diri yang sehat, stabil secara emosi, tidak mudah terpengaruh validasi eksternal, dan mampu membangun hubungan yang sehat dengan orang lain. Dalam psikologi, ini sering dikaitkan dengan konsep secure attachment (gaya keterikatan aman).

  1. Kenali dan Terima Diri Sendiri (Self-Acceptance)

Kenali dan terima diri sendiri adalah fondasi utama untuk menjadi pribadi yang secure. Ini bukan berarti pasrah atau berhenti berkembang, tapi jujur melihat siapa diri kita tanpa menyangkal, tanpa membenci. Dalam psikologi, ini berkaitan dengan dua konsep penting yaitu self awareness “kemampuan mengenali diri” dan self acceptance “kemampuan menerima diri”. Pribadi yang secure tidak berarti sempurna, tapi sadar akan kekuatan dan kelemahannya.

a. Apa artinya “Mengenal Diri”?

Mengenal diri berarti kamu paham:

  • Apa kelebihanmu
  • Apa kekuranganmu
  • Apa yang kamu rasakan
  • Apa yang kamu butuhkan

Contoh sederhana:

  • Kamu tahu kamu mudah overthinking
  • Kamu sadar kamu butuh reassurance (kepastian)
  • Kamu tahu kamu sebenarnya orang yang peduli

Ini bukan kelemahan—ini informasi tentang dirimu

b. Apa artinya “Menerima Diri”?

Menerima diri berarti:

  • Tidak menyangkal kekurangan
  • Tidak membenci diri sendiri
  • Tidak berpura-pura jadi orang lain

Bukan berarti:

❌ “Yaudah aku begini aja selamanya”

✔️ Tapi: “Aku menerima diriku, sambil tetap berkembang”

c. Cara Melatih Kenali Diri

Tanyakan pertanyaan jujur ke diri sendiri. Coba jawab ini:

  1. Apa yang paling sering membuatku insecure?
  2. Kapan aku merasa paling tidak percaya diri?
  3. Apa yang sebenarnya aku takutkan?

d. Cara Melatih Menerima Diri

  1. Ubah Cara Bicara ke Diri Sendiri

Dari: “Aku payah banget”

Jadi: “Aku memang belum bisa, tapi aku belajar”

  1. Terima Kekurangan Tanpa Drama

Contoh: “Aku orangnya sensitif” bukan berarti lemah, tapi “Aku lebih peka terhadap emosi”.

  1. Fokus pada progress, bukan kesempurnaan tidak harus langsung percaya diri, yang penting lebih baik dari kemarin.

e. Tanda Kamu Sudah Mulai Menerima Diri

  • Tidak terlalu keras pada diri sendiri
  • Tidak mudah iri
  • Lebih tenang saat gagal
  • Tidak butuh validasi berlebihan

 

  1. Tidak Bergantung pada Validasi Orang Lain

Ini adalah salah satu ciri paling kuat dari pribadi yang secure, kamu tetap merasa “cukup” meskipun tidak dipuji, disetujui, atau diperhatikan orang lain. Dalam psikologi, ini berkaitan dengan self worth “nilai diri dari dalam”dan external validation “pengakuan dari luar”. Orang yang tidak secure sering bergantung pada pujian atau pengakuan.

a. Apa itu validasi orang lain?

Validasi eksternal adalah ketika kamu merasa berharga hanya jika:

  • Dipuji
  • Direspon cepat
  • Disukai banyak orang
  • Diakui keberhasilannya

Masalahnya: Kalau sumber nilai dirimu dari luar, maka mood kamu ikut naik turun tergantung orang lain.

b.Kenapa ini bisa terjadi?

Biasanya karena:

  • Kurang dihargai di masa lalu
  • Terbiasa dibandingkan
  • Tidak punya rasa aman dari dalam

Akhirnya muncul pola: “Aku berharga kalau orang lain bilang aku berharga”.

c. Cara Berhenti Bergantung pada Validasi

  1. Bangun nilai diri dari dalam, latih internal validation. Nilai diri tidak harus menunggu orang lain. Contoh:
  • “Aku bangga karena sudah berusaha”
  • “Aku cukup, meskipun belum sempurna”
  1. Kurangi “Kecanduan Feedback”. Kamu melatih otak untuk tidak bergantung. Contoh kecil:
  • Tidak langsung cek HP setelah posting
  • Tidak menunggu balasan untuk merasa tenang
  1. Latih ambil keputusan sendiri. Mulai dari hal kecil seperti mau makan apa dan mau pergi ke mana. Tanpa harus “Menurut kamu gimana?”.
  2. Terima bahwa tidak semua orang akan suka kamu. Ini penting, kamu tidak bisa menyenangkan semua orang. Pribadi secure paham ditolak itu normal dan tidak disukai ≠ tidak berharga.
  3. Fokus pada proses, bukan reaksi orang. Contoh:
    Bukan: “Apakah orang suka hasilku?”
    Tapi: “Apakah aku sudah melakukan yang terbaik?”

 

  1. Kelola Emosi dengan Baik

Mengelola emosi bukan berarti kamu harus selalu tenang atau tidak boleh marah. Justru sebaliknya, kamu tetap merasakan emosi, tapi tidak dikendalikan olehnya. Dalam psikologi, ini dikenal sebagai emotional regulation “kemampuan mengatur emosi” dan emotional awareness “kemampuan mengenali emosi”. Pribadi secure tetap bisa marah atau sedih, tapi tidak meledak-ledak.

a. Kenapa mengelola emosi itu penting?

Kalau emosi tidak dikelola:

  • Mudah overthinking
  • Reaktif (marah, sedih berlebihan)
  • Menyesal setelah bereaksi

Kalau emosi dikelola:

  • Lebih tenang
  • Lebih rasional
  • Hubungan lebih sehat

b. Kesalahan Umum Tentang Emosi

❌ “Aku harus selalu kuat”

❌ “Aku nggak boleh sedih”

❌ “Emosi itu lemah”

Yang benar:

✔️ Emosi itu normal

✔️ Semua orang punya emosi

✔️ Yang penting adalah cara kamu meresponsnya

c. Cara Mengelola Emosi dengan Baik

  1. Kenali Emosi (Jangan Dipendam), latih emotional awareness. Contoh:

Bukan cuma “aku kesel”. Tapi “Aku kecewa karena tidak dihargai”. Semakin spesifik, semakin mudah dikontrol

  1. Gunakan teknik Ini memberikan waktu otak berpikir. Saat emosi naik:
  • Stop dulu
  • Tarik napas dalam (5–10 detik)
  • Jangan langsung bereaksi
  1. Ekspresikan emosi secara sehat

Bukan:

❌ meledak-ledak

❌ memendam

Tapi:

✔️ ungkapkan dengan jelas dan tenang

d. Alihkan energi emosi, emosi butuh “keluar” bukan dipendam. Kalau emosi terlalu kuat:

  • Jalan kaki
  • Olahraga ringan
  • Menulis (journaling)

 

  1. Punya Batasan (Boundaries) yang Sehat

Memiliki batasan yang sehat berarti kamu tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan orang lain terhadapmu, serta berani menjaganya. Dalam psikologi, ini disebut personal boundaries “batasan diri dalam hubungan” dan assertiveness “kemampuan menyampaikan kebutuhan dengan tegas dan sehat”. Secure people tahu kapan harus berkata “tidak”.

a. Apa Itu Boundaries?

Boundaries adalah “garis tak terlihat” yang melindungi:

  • Waktu kamu
  • Energi kamu
  • Emosi kamu
  • Harga diri kamu

Contoh sederhana:

  • Kamu berhak menolak permintaan
  • Kamu berhak tidak membalas chat langsung
  • Kamu berhak tidak nyaman dengan perlakuan tertentu

b. Kenapa Boundaries Itu Penting?

Tanpa boundaries:

  • Kamu kehilangan diri sendiri
  • Orang lain jadi “seenaknya”
  • Kamu mudah stres dan burnout

Dengan boundaries:

  • Kamu lebih dihargai
  • Hidup lebih seimbang
  • Hubungan jadi lebih sehat

c. Cara Membangun Boundaries

  1. Kenali Batasmu

Tanya diri:

Apa yang membuatku tidak nyaman?

Apa yang sering aku toleransi tapi sebenarnya tidak suka?

  1. Belajar Berkata “Tidak”

Mulai dari kecil: “Maaf, aku tidak bisa bantu sekarang.”

Tidak perlu alasan panjang

  1. Gunakan komunikasi tegas, latih Contoh:

“Aku kurang nyaman kalau diperlakukan seperti itu.”

Bukan:

❌ marah

❌ diam saja

  1. Konsisten, kalau kamu sudah bilang tidak, jangan berubah karena merasa tidak enak.
  2. Terima risiko, saat kamu mulai punya boundaries, tidak semua orang akan suka. Tapi orang yang tepat akan menghargai.

 

  1. Nyaman dengan Diri Sendiri (Tidak Takut Sendiri)

Menjadi pribadi yang secure berarti kamu bisa menikmati waktu sendiri tanpa merasa kosong, cemas, atau kesepian berlebihan. Ini bukan berarti anti-sosial, tapi tidak bergantung pada orang lain untuk merasa utuh. Dalam psikologi, ini berkaitan dengan self sufficiency “kemandirian emosional” dan secure attachment “rasa aman dari dalam diri”. Pribadi secure tidak takut kesepian.

a. Apa Bedanya “Sendiri” vs “Kesepian”?

Ini penting:

  • Sendiri (solitude) → kondisi fisik
  • Kesepian (loneliness) → kondisi emosional

Pribadi secure:

✔️ Bisa sendiri tanpa merasa kehilangan diri

b. Kenapa Takut Sendiri?

Biasanya karena:

  • Tidak terbiasa menghadapi pikiran sendiri
  • Menghindari emosi yang belum selesai
  • Terbiasa bergantung pada orang lain

Jadi, kesepian sering bukan karena “tidak ada orang”. Tapi karena “tidak nyaman dengan diri sendiri”

c. Cara Melatih Nyaman dengan Diri Sendiri

  1. Mulai dari waktu sendiri, tujuannya membiasakan diri tanpa distraksi. Contoh:
  • 10–15 menit tanpa HP
  • Duduk santai, jalan sendiri
  1. Kenali isi pikiranmu, ini melatih self awareness. Gunakan waktu sendiri untuk refleksi dan menulis (journaling).

Tanya:

  • Apa yang aku rasakan?
  • Apa yang aku pikirkan?
  1. Lakukan aktivitas sendiri yang menyenangkan. Contoh, ngopi sendiri dan jalan santai. Bukan karena “tidak ada teman”, tapi karena kamu memilih.
  2. Berhenti menghindari kesepian. Kesepian sering menyimpan pesan penting tentang kebutuhanmu. Alih-alih kabur, hadapi perasaan itu dan pahami sumbernya.
  3. Bangun hubungan dengan diri sendiri. Anggap diri kamu sebagai “teman”. Tanya:
  • Apa yang aku butuhkan hari ini?
  • Apa yang bisa membuatku lebih baik?
  1. Lepaskan Ketergantungan Emosional

Dari: “Aku butuh orang lain supaya bahagia”

Menjadi: “Aku sudah cukup, orang lain adalah pelengkap”

 

  1. Berani Menghadapi Konflik

Banyak orang menghindari konflik karena takut merusak hubungan. Padahal, konflik yang dihadapi dengan cara sehat justru memperkuat hubungan dan membuat kamu lebih secure.

Dalam psikologi, ini berkaitan dengan conflict resolution “kemampuan menyelesaikan konflik” dan assertiveness “komunikasi tegas tanpa agresif”. Alih-alih menghindar, pribadi secure menyelesaikan masalah dengan komunikasi sehat. Gunakan prinsip jujur tanpa menyerang dan dengarkan tanpa defensif.

Pola Pikir yang Harus Dibangun

Untuk menjadi pribadi secure, kamu perlu mengganti pola pikir lama:

Pola Lama Pola Secure
“Aku harus disukai semua orang” “Tidak semua orang harus menyukaiku”
“Aku takut ditinggalkan” “Aku bisa berdiri sendiri”
“Nilai diriku dari orang lain” “Nilai diriku dari diriku sendiri”
“Konflik itu menakutkan” “Konflik itu normal”
“Aku harus menghindari” “Aku bisa menghadapinya”
“Aku takut sendiri” “Aku bisa menikmati waktu sendiri”
“Aku butuh orang lain untuk bahagia” “Aku bisa bahagia dari dalam”
“Sendiri itu kesepian” “Sendiri itu kesempatan mengenal diri”
“Aku harus menyenangkan semua orang” “Aku juga punya batas”
“Menolak itu jahat” “Menolak itu sehat”
“Aku harus langsung bereaksi” “Aku bisa memilih responku”
“Emosi itu masalah” “Emosi itu masalah”
“Aku dikuasai emosi” “Aku dikuasai emosi”
“Kalau ditolak berarti aku gagal” “Penolakan itu bagian hidup”

 

Kesimpulan

Menjadi pribadi secure adalah proses, bukan hasil instan. Kuncinya:

  • Self-awareness (kesadaran diri)
  • Emotional control (kendali emosi)
  • Healthy boundaries (batasan sehat)
  • Self-worth (nilai diri)

Semakin kamu mengenal dan menerima diri sendiri, semakin kuat rasa aman dari dalam.

No Comments

Tinggalkan Komentar