Oleh : Adi Pamungkas, M.Si
(Konsultan Pendidikan Yaa Bunayya Islamic School)
Bismillahirrahmanirrahim
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: إِذَا ضُيِّعَتِ الْأَمَانَةُ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ. قِيلَ: كَيْفَ إِضَاعَتُهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ؟
قَالَ: إِذَا أُسْنِدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ. البخاري
Hadis ini menjelaskan bahwa salah satu tanda kerusakan besar dalam kehidupan manusia adalah ketika amanah tidak lagi diberikan kepada orang yang layak dan kompeten. Nabi ﷺ menyebutnya sebagai bentuk penyia-nyiaan amanah.
Yang dimaksud dengan “السَّاعَة” dalam hadis ini bukan hanya Hari Kiamat yang sebenarnya, tetapi juga dapat dipahami sebagai datangnya kehancuran, kekacauan, dan keruntuhan suatu urusan sebelum datangnya kiamat besar.
Karena setiap amanah memiliki tuntutan ilmu, kemampuan, pengalaman, dan integritas.
Apabila suatu jabatan diberikan karena:
maka akibatnya:
Oleh karena itu, Islam menjadikan kecakapan (الكفاءة) dan amanah (الأمانة) sebagai syarat utama dalam kepemimpinan.
Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ
“Sesungguhnya orang terbaik yang engkau pekerjakan adalah yang kuat (kompeten) dan amanah.” (QS. Al-Qashash: 26)
Salah satu tanpa yang lain akan menimbulkan kerusakan.
Sebuah organisasi yang sehat tidak cukup hanya dipenuhi orang-orang saleh, tetapi juga harus diisi oleh orang-orang yang ahli di bidangnya masing-masing.
Pemimpin harus memiliki:
Bukan sekadar orang yang paling lama bergabung atau paling terkenal.
Tugasnya:
Tanpa mereka organisasi akan kehilangan arah ideologis.
Tugasnya:
Mereka berfungsi sebagai pusat pemikiran (think tank).
Tugasnya:
Tanpa pendidikan, organisasi akan kehilangan regenerasi.
Tugasnya:
Banyak organisasi besar runtuh bukan karena kurang ide, tetapi karena administrasi yang buruk.
Tugasnya:
Kesalahan pengelolaan keuangan sering menjadi sebab utama hilangnya kepercayaan anggota.
Tugasnya:
Di era modern, organisasi yang tidak memiliki kemampuan komunikasi akan tertinggal.
Tugasnya:
Tugasnya:
Mereka adalah ujung tombak organisasi.
Tanpa pelaksana yang disiplin, seluruh konsep hanya akan menjadi wacana.
Organisasi yang kuat dibangun di atas empat pilar:
Ta’ashub adalah ketika kedekatan, kelompok, atau loyalitas lebih diutamakan daripada amanah dan kompetensi. Akibatnya, jabatan diberikan bukan kepada ahlinya.
“Orang yang amanah harus dipilih, tetapi orang yang amanah saja tidak cukup; ia juga harus ahli. Sebab amanah tanpa keahlian melemahkan organisasi, dan keahlian tanpa amanah merusak organisasi.”
Hadis ini mengajarkan bahwa keruntuhan suatu masyarakat, lembaga, negara, maupun organisasi bermula ketika amanah diberikan kepada orang yang bukan ahlinya. Karena itu, Islam menuntut agar setiap urusan diserahkan kepada orang yang memiliki ilmu, kemampuan, pengalaman, dan integritas.
Sebaliknya, apabila suatu organisasi menempatkan ulama, akademisi, pendidik, manajer, ahli keuangan, ahli hukum, ahli media, dan para pelaksana profesional sesuai bidangnya, maka organisasi tersebut akan lebih dekat kepada keberhasilan, kestabilan, dan keberkahan.
قال عمر بن الخطاب رضي الله عنه:
“Barang siapa mengangkat seseorang karena rasa suka atau kedekatan, padahal ia mengetahui ada orang yang lebih layak darinya, maka ia telah berkhianat kepada Allah, Rasul-Nya, dan kaum mukminin.” (Al-Hākim)
Tinggalkan Komentar