Info
Thursday, 22 Oct 2026
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026 / 2027 untuk TK, SD dan SMP Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

BELAJAR BAHASA INGGRIS DALAM PANDANGAN ISLAM

Thursday, 22 October 2026 Oleh : admin

Oleh : Toyo Widodo, M.Pd., Gr
(Guru SD Yaa Bunayya Palembang)

Bismillahirrahmanirrahim

Di tengah ramainya kebijakan Bahasa Inggris wajib di sekolah dasar, pertanyaan ini sering muncul di kalangan orang tua muslim dan guru madrasah: bagaimana hukum mempelajari Bahasa Inggris dalam Islam?

Menurut dr. Raehanul Bahraen di Muslim.or.id, Bahasa Inggris termasuk ilmu dunia yang bermanfaat pada zaman ini karena menjadi salah satu bahasa internasional. Manfaatnya terutama jika digunakan untuk hal baik, seperti berdakwah menyebarkan Islam secara internasional dan mempelajari ilmu-ilmu bermanfaat yang sumbernya mayoritas berbahasa Inggris.

Dasar utamanya adalah sebuah kaidah fikih. Ilmu dunia atau perkara mubah adalah wasilah (sarana). Jika diniatkan dan digunakan untuk kebaikan, ia bernilai pahala. Kaidahnya berbunyi:

الوسائل لها أحكام المقاصد
“Hukum sarana mengikuti hukum tujuannya.”

Artinya, Bahasa Inggris pada dasarnya mubah. Nilainya bergantung pada tujuan penggunaannya: untuk menyebarkan kebenaran, membela Islam, atau menambah ilmu bermanfaat, maka ia berpahala. Sebaliknya, jika dipakai untuk kemaksiatan, ia tercela.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah pernah ditanya tentang hukum belajar Bahasa Inggris. Jawabannya merinci berdasarkan kebutuhan. Jika seseorang membutuhkannya sebagai sarana dakwah, belajar Bahasa Inggris bisa menjadi wajib. Jika tidak membutuhkannya, sebaiknya waktunya dipakai untuk hal yang lebih penting dan bermanfaat, karena kebutuhan setiap orang berbeda. Syaikh bahkan mengaku berandai-andai menguasai bahasa ini karena melihat manfaatnya yang besar bagi dakwah.

Dalil praktisnya adalah perintah Nabi ﷺ kepada Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu. Beliau memerintahkan Zaid mempelajari tulisan kaum Yahudi karena tidak merasa aman menyerahkan surat-menyuratnya kepada mereka. Zaid menguasainya tidak sampai setengah bulan, lalu menuliskan dan membacakan surat untuk Nabi. Penulis menyebut riwayat ini terdapat dalam HR. Abu Dawud no. 3645 dan dinyatakan Hasan Shahih oleh Syaikh Al-Albani.

Pelajarannya jelas: Nabi ﷺ mendorong sahabat belajar bahasa lain demi kemaslahatan dan komunikasi.

Sebagian orang khawatir belajar Bahasa Inggris termasuk tasyabbuh (menyerupai budaya yang merusak akidah). Ringkasan yang Anda berikan menyebutkan bahwa mempelajari bahasa sebagai alat komunikasi global tidak otomatis termasuk tasyabbuh yang dilarang. Poin ini bersumber dari rujukan video dan konten media sosial di ringkasan itu, bukan dari artikel Muslim.or.id, dan saya belum bisa memeriksa isi video tersebut. Karena itu, jika poin ini mau dikutip dalam tulisan resmi, periksa dulu rujukannya.

Bahasa Inggris bukan ibadah dan bukan larangan. Ia sarana, dan hukumnya mengikuti niat dan penggunaannya. Bagi siswa SD yang mulai belajar, dan guru yang sedang berlatih mengajarkannya, niat yang lurus membuat setiap kosakata yang dihafal bisa bernilai pahala.

Sumber

  1. Raehanul Bahraen, “Mempelajari Bahasa Inggris untuk Hal Bermanfaat”, Muslim.or.id (20 April 2017): https://muslim.or.id/29817-mempelajari-bahasa-inggris-untuk-hal-bermanfaat.html
  2. Video YouTube yang dirujuk di ringkasan Anda: https://www.youtube.com/watch?v=et8LcjM-BYIdan https://www.youtube.com/watch?v=Oo1VRijsJac&t=193 
  3. Konten Instagram yang dirujuk di ringkasan Anda: https://www.instagram.com/reel/Cy7J1kminAm/?hl=en 

No Comments

Tinggalkan Komentar