Oleh : Nurtini Aprilia,S.Sos., Gr.
(Guru SD Yaa Bunayya Islamic School)
Bismillahirrahmanirrahim
Jujur dalam kamus Bahasa Indonesia diartikan dengan lurus hati, tidak curang. Dalam pandangan umum jujur sering diartikan “adanya kesamaan antara realitas (kenyataan) dengan ucapan”. Dengan kata lain “apa adanya”. Jujur merupakan kesesuaian antara ucapan dengan kenyataan atau antara keadaan yang terlihat dengan keadaan yang tersembunyi. Jika seseorang mengucapkan perkataan sesuai dengan apa yang terdapat di dalam hatinya dan dibuktikan dengan perbuatannya, dikatakan orang jujur. Jujur jika diartikan secara buku adalah “mengakui, berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai dengan kenyataan dan kebenaran.
Dan jika dihubungkan dengan keadaan di lingkungan Pendidikan maka setiap orang harus menerapkan sikap jujur sebagai budaya dari kehidupan yang baik dan posistif, Namun pada kenyataannya menanamkan sikap jujur, terutama di lingkungan pendidikan semakin terasa sulit disebabkan krisis keteladanan, sanksi yang diberikan oleh guru di sekolah tersebut kurang tegas tidak adanya kesamaan antara kata-kata dan perbuatan hal tersebut semakin merambah dalam lembaga pendidikan. Selain itu yang perlu diketahui adalah indikator dari sikap jujur, diantaranya ialah menyampaikan sesuatu dengan keadaan sebenarnya, bersedia mengakui kesalahan atau kekurangan diri, tidak suka menyontek, tidak suka berbohong, tidak memanipulasi fakta atau informasi, dan berani mengakui kesalahan.
Lalu apa yang menyebabkan anak-anak berbohong? Dalam artikel kali ini ummi akan membagikan informasi yang insya Allah bisa memberikan kita gambaran tentang apa alasan anak-anak berbohong dan bagaimana solusi penyelesaian dari hal tersebut. Ada beberapa penyebab anak suka berbohong diantaranya:
Penyebab Anak Berbohong:
Dari hal yang disampaikan di atas pasti kita sebagai orang tua khawatir jika sifat itu terdapat pada anak kita, dan untuk menghindari sifat tersebut maka kita hendaknya mencari solusi apa yang harus kita lakukan, berikut ummi akan berikan beberapa cara mengatasi sifat tidak jujur di anak kita.
Anak-anak sering kali menggunakan imajinasi sebagai cara untuk belajar dan bermain. Ini adalah hal yang normal dan sehat, berbeda dari kebohongan yang disengaja untuk menipu.
Sebagai orang tua kita harus memberikan penjelesan tentang imajinasi digunakan untuk apa dan tidak boleh digunakan untuk berbohong dan menceritakan hal-hal yang dikarang demi menyelamatkan diri sendiri.
Alih-alih langsung memberikan hukuman seperti larangan bermain atau hukuman fisik, fokuslah pada membuka dialog. Ini membangun kepercayaan dan membantu anak belajar dari kesalahan tanpa merasa terancam.
Mengapa dialog lebih baik?: Hukuman semata bisa membuat anak takut dan lebih sering berbohong untuk menghindari konsekuensi. Dialog, sebaliknya, mengajari anak bahwa kesalahan bisa dibicarakan dan itu bisa diperbaiki.
Pendidikan tentang kejujuran melibatkan menjelaskan konsekuensi positif dari jujur dan memahami mengapa anak berbohong, agar Anda bisa mengatasi akar masalahnya.
Konsekuensi jujur: Jelaskan bahwa jujur adalah perintah Allah dan jika berbohong mendapatkan dosa, kemudian jujur membangun kepercayaan, hubungan yang lebih baik, dan rasa aman. Misalnya, “Kalau kamu jujur tentang kesalahan, kita bisa cari solusi bersama, namun sebaliknya, kebohongan bisa menyebabkan kehilangan kepercayaan, isolasi, atau masalah lebih besar di sekolah/masyarakat.
Dengan izin Allah melalui pendekatan ini, Anda membantu anak tumbuh menjadi individu yang jujur dan bertanggung jawab. Ingat, tujuan utama adalah mendidik, bukan menakuti. Jika anak Anda menunjukkan pola kebohongan kronis, pertimbangkan bantuan professional. Libatkan ahli (psikolog) jika kebohongan sering disertai masalah perilaku lain. Intinya, berbohong bisa jadi fase perkembangan normal, tetapi penting untuk memahami alasan di baliknya dan membimbing anak menjadi pribadi yang jujur dengan cara yang positif, bukan dengan menakut-nakuti. Demikianlah artikel dari ummi semoga bisa diambil manfaatnya, Terima kasih.
Sumber :
Tinggalkan Komentar