Oleh : Wahyu Asikin, M.Pd.Gr.
(Kepala SD Yaa Bunayya Islamic School Palembang)
Bismillahirrahmanirrahim
Di era digital saat ini, bermain game telah menjadi salah satu hiburan yang sangat digemari, terutama oleh anak-anak dan remaja. Tidak sedikit yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar untuk menyelesaikan misi, menaikkan level, atau mengejar kemenangan. Padahal, jika tidak dikendalikan, kebiasaan tersebut dapat berubah menjadi kecanduan yang berdampak pada belajar, ibadah, kesehatan, bahkan hubungan dengan keluarga.
Islam mengajarkan bahwa waktu adalah nikmat yang sangat berharga. Setiap detik yang Allah Ta’ala anugerahkan hendaknya digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat dan bernilai ibadah. Jangan sampai waktu yang seharusnya menjadi ladang pahala justru habis untuk sesuatu yang tidak memberikan manfaat bagi dunia maupun akhirat.
Allah Ta’ala berfirman:
“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran.”
(QS. Al-‘Ashr: 1–3)
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
“Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu padanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.”
(HR. Al-Bukhari no. 6412)
Dua dalil di atas mengingatkan kita bahwa waktu adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban. Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya berhati-hati dalam menggunakannya dan tidak membiarkan waktu berlalu tanpa manfaat.
Ketika Game Berubah Menjadi Kecanduan
Pada dasarnya, permainan yang tidak mengandung unsur keharaman dan dimainkan dalam batas yang wajar dapat menjadi hiburan. Namun, apabila bermain game telah membuat seseorang lupa waktu, meninggalkan salat, mengabaikan tugas sekolah, mengurangi interaksi dengan keluarga, atau bahkan mengganggu kesehatannya, maka hal tersebut tidak lagi membawa manfaat.
Kecanduan game dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, di antaranya:
Pada sebagian permainan, terdapat unsur yang bertentangan dengan syariat, seperti musik, aurat, kekerasan, perkataan yang tidak pantas, hingga budaya yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Jangan Biarkan Waktu Terbuang Sia-Sia
Seorang muslim hendaknya mengisi waktunya dengan amal yang bermanfaat. Apabila waktu tidak digunakan untuk kebaikan, maka sering kali ia akan terisi dengan perkara yang sia-sia atau bahkan keburukan.
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
وَنَفْسُكَ إِنْ أَشْغَلْتَهَا بِالْحَقِّ وَإِلَّا اشْتَغَلَتْكَ بِالْبَاطِلِ
“Jika dirimu tidak disibukkan dengan kebenaran, niscaya ia akan menyibukkanmu dengan kebatilan.”
(Al-Jawabul Kafi, hlm. 156)
Karena itu, waktu luang hendaknya dimanfaatkan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat, seperti membaca Al-Qur’an, menghafal Al-Qur’an, belajar, membaca buku, berolahraga, membantu orang tua, atau mengikuti kegiatan positif di sekolah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Di antara tanda baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat baginya.”
(HR. At-Tirmidzi no. 2317 dan Ahmad)
Hadits ini mengajarkan bahwa seorang muslim selalu berusaha memilih aktivitas yang membawa manfaat, baik bagi agama maupun kehidupannya.
Jadilah Generasi yang Cerdas Mengelola Waktu
Sebagai pelajar muslim, masa muda adalah kesempatan emas untuk menuntut ilmu, memperbaiki akhlak, memperbanyak ibadah, dan mengembangkan potensi diri. Jangan sampai waktu yang begitu berharga habis hanya karena mengejar pencapaian di dunia maya, sementara prestasi di dunia nyata justru tertinggal.
Teknologi adalah nikmat yang dapat menjadi sarana kebaikan apabila digunakan dengan bijak. Gunakan gawai untuk belajar, membaca, mencari ilmu, atau menghafal Al-Qur’an. Jika bermain game, lakukan secukupnya sebagai hiburan, bukan sebagai kebiasaan yang menguasai hidup.
Semoga Allah Ta’ala memberikan kepada kita kemampuan untuk menjaga waktu dengan sebaik-baiknya, menjauhkan kita dari segala bentuk kesia-siaan, serta menjadikan setiap hari yang kita lalui penuh dengan ilmu, amal saleh, dan keberkahan.
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَوْقَاتِنَا، وَأَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
“Ya Allah, berkahilah waktu-waktu kami, bantulah kami untuk senantiasa mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya.”
Aamiin.
Referensi:
Tinggalkan Komentar