Oleh : Novalia Agustina, S.Pd.
(Guru SD Yaa Bunayya Islamic School)
Bismillahirrahmanirrahim
Langit Palembang yang biasanya cerah terkadang berubah menjadi kelabu akibat kabut asap. Udara yang seharusnya menyegarkan justru dapat mengancam kesehatan. Fenomena ini bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menanamkan kepedulian terhadap alam melalui pendidikan sejak dini.
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan merupakan persoalan yang berulang di Sumatera Selatan. Kondisi ini dapat memengaruhi aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar anak-anak. Ketika kualitas udara memburuk, aktivitas di luar ruangan perlu dibatasi demi menjaga kesehatan peserta didik.
Namun, di balik permasalahan tersebut, terdapat pelajaran berharga yang dapat diberikan kepada anak-anak. Pendidikan lingkungan tidak harus selalu disampaikan melalui buku pelajaran. Peristiwa yang terjadi di sekitar mereka dapat menjadi sarana pembelajaran nyata untuk memahami pentingnya menjaga alam.
Guru dan orang tua memiliki peran penting dalam membangun kesadaran tersebut. Melalui kebiasaan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, tidak membakar sampah, merawat tanaman, dan menjaga kebersihan lingkungan, anak-anak dapat belajar bahwa setiap tindakan memiliki dampak terhadap kehidupan.
Selain itu, anak-anak perlu memahami bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau orang dewasa, melainkan tanggung jawab bersama. Kepedulian yang ditanamkan sejak kecil diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan baik hingga dewasa.
Dalam pendidikan Islam, menjaga alam juga merupakan bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman dalam QS. Al-A’raf ayat 56 yang mengingatkan manusia agar tidak membuat kerusakan di muka bumi.
Kabut asap di Palembang seharusnya tidak hanya meninggalkan kekhawatiran, tetapi juga menumbuhkan kesadaran. Sebab, pendidikan bukan sekadar mengajarkan anak memahami dunia, melainkan juga membimbing mereka untuk menjaga dan memperbaikinya.
Langit yang bersih adalah harapan, sedangkan generasi yang peduli lingkungan adalah masa depan.
Tinggalkan Komentar