Info
Wednesday, 26 Aug 2026
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026 / 2027 untuk TK, SD dan SMP Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

KEUTAMAAN MEMPELAJARI BAHASA ARAB DALAM ISLAM

Wednesday, 26 August 2026 Oleh : admin

Oleh : Fahimatus Syarah, S.Ag.
(Guru SMP Islam Yaa Bunayya Palembang)

Bismillahirrahmanirrahim

Bahasa Arab memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam Islam. Bahasa ini bukan hanya salah satu bahasa yang digunakan manusia untuk berkomunikasi, tetapi merupakan bahasa yang Allah pilih untuk menurunkan Al-Qur’an dan bahasa yang digunakan oleh Rasulullah ﷺ dalam menyampaikan risalah Islam.

Oleh karena itu, mempelajari bahasa Arab merupakan perkara yang sangat penting bagi seorang muslim, terutama bagi seseorang yang ingin memahami Al-Qur’an, hadits, serta penjelasan para ulama dengan pemahaman yang benar.

1. Al-Qur’an Diturunkan dalam Bahasa Arab

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qur’an berbahasa Arab agar kalian memahaminya.” (QS. Yusuf: 2).

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah menurunkan Al-Qur’an dalam bahasa Arab agar manusia dapat memahami kandungannya. Bahasa Arab menjadi bahasa wahyu dan merupakan sarana untuk memahami firman Allah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُّبِينٍ

“Dengan bahasa Arab yang jelas.” (QS. Asy-Syu’ara: 195).

Maka, mempelajari bahasa Arab merupakan salah satu sarana untuk memahami Al-Qur’an sebagaimana yang dipahami oleh para sahabat رضي الله عنهم dan para ulama setelah mereka.

2. Bahasa Arab Membantu Memahami Al-Qur’an dengan Lebih Baik

Al-Qur’an memiliki makna yang sangat luas. Dalam bahasa Arab, perubahan bentuk kata, susunan kalimat, kedudukan kata, dan gaya bahasa dapat memberikan pengaruh terhadap makna. Karena itu, memahami bahasa Arab akan membantu seorang muslim memahami ayat-ayat Al-Qur’an dengan lebih tepat.

Imam Asy-Syafi’i رحمه الله menjelaskan pentingnya bahasa Arab dalam memahami Al-Qur’an. Beliau mengatakan:

وَإِنَّمَا بَدَأْتُ بِمَا وَصَفْتُ مِنْ أَنَّ الْقُرْآنَ نَزَلَ بِلِسَانِ الْعَرَبِ دُونَ غَيْرِهِ، لِأَنَّهُ لَا يُعْلَمُ مِنْ إِيضَاحِ جُمَلِ عِلْمِ الْكِتَابِ أَحَدٌ جَهِلَ سَعَةَ لِسَانِ الْعَرَبِ

“Sesungguhnya aku memulai dengan menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan dengan bahasa Arab, karena tidak mungkin seseorang dapat mengetahui penjelasan kandungan Al-Kitab sementara ia tidak memahami keluasan bahasa Arab.” (Imam Asy-Syafi’i, Ar-Risalah).

Ini menunjukkan bahwa bahasa Arab bukan sekadar ilmu tambahan, tetapi merupakan sarana penting untuk memahami wahyu.

3. Bahasa Arab Membantu Memahami Sunnah Rasulullah ﷺ

Selain Al-Qur’an, sumber utama agama Islam adalah Sunnah Rasulullah ﷺ.

Rasulullah ﷺ menyampaikan perkataan, perbuatan, dan penjelasan beliau kepada para sahabat dalam bahasa Arab. Oleh sebab itu, memahami bahasa Arab akan membantu seorang penuntut ilmu dalam memahami hadits Nabi ﷺ.

Semakin baik seseorang memahami bahasa Arab, semakin besar pula kemampuannya untuk memahami perkataan Rasulullah ﷺ secara langsung dari bahasa aslinya.

Hal ini sangat penting karena pemahaman terhadap satu kata atau susunan kalimat terkadang berpengaruh terhadap pemahaman suatu hukum atau penjelasan agama.

4. Bahasa Arab Merupakan Sarana Menuntut Ilmu Syariat

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah رحمه الله memberikan penjelasan yang sangat penting mengenai kedudukan bahasa Arab. Beliau berkata:

فَإِنَّ نَفْسَ اللُّغَةِ الْعَرَبِيَّةِ مِنَ الدِّينِ، وَمَعْرِفَتُهَا فَرْضٌ وَاجِبٌ، فَإِنَّ فَهْمَ الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ فَرْضٌ، وَلَا يُفْهَمُ إِلَّا بِفَهْمِ اللُّغَةِ الْعَرَبِيَّةِ

“Sesungguhnya bahasa Arab itu sendiri merupakan bagian dari agama. Mempelajarinya adalah kewajiban, karena memahami Al-Kitab dan Sunnah merupakan kewajiban, dan keduanya tidak dapat dipahami kecuali dengan memahami bahasa Arab.”

Beliau kemudian menjelaskan bahwa hukum mempelajari bahasa Arab berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan seseorang; di antaranya ada yang wajib bagi individu dan ada yang merupakan kewajiban kolektif. (Ibnu Taimiyah, Iqtidha’ Ash-Shirath Al-Mustaqim).

Maksudnya, bukan berarti setiap muslim wajib menguasai seluruh cabang bahasa Arab secara mendalam. Akan tetapi, seorang muslim hendaknya mempelajari bahasa Arab sesuai dengan kebutuhannya dalam menjalankan dan memahami agamanya.

5. Imam Asy-Syafi’i Menganjurkan Setiap Muslim Mempelajari Bahasa Arab

Imam Asy-Syafi’i رحمه الله berkata:

فَعَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ أَنْ يَتَعَلَّمَ مِنْ لِسَانِ الْعَرَبِ مَا بَلَغَهُ جَهْدُهُ

“Setiap muslim hendaknya mempelajari bahasa Arab semampunya.”

Beliau menjelaskan bahwa seorang muslim mempelajari bahasa Arab agar dapat bersaksi dengan benar, membaca Kitabullah, dan mengucapkan dzikir-dzikir yang disyariatkan seperti takbir, tasbih, dan tasyahhud.

Beliau juga mengatakan:

وَمَا ازْدَادَ مِنَ الْعِلْمِ بِاللِّسَانِ … كَانَ خَيْرًا لَهُ

“Semakin bertambah ilmu seseorang tentang bahasa tersebut, maka hal itu semakin baik baginya.” (Ar-Risalah, Imam Asy-Syafi’i).

6. Bahasa Arab Membantu Meningkatkan Kekhusyukan dalam Ibadah

Bahasa Arab juga sangat dekat dengan kehidupan ibadah seorang muslim.

Al-Fatihah, bacaan shalat, takbir, tasbih, tasyahhud, dan berbagai dzikir yang disyariatkan menggunakan bahasa Arab. Ketika seorang muslim memahami makna bacaan yang ia ucapkan, ia akan lebih mudah menghadirkan hati dalam ibadah.

Misalnya ketika membaca:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

ia mengetahui bahwa dirinya sedang memuji Allah, Rabb seluruh alam.

Ketika mengucapkan:

اللَّهُ أَكْبَرُ

ia memahami bahwa Allah Mahabesar.

Dengan demikian, mempelajari bahasa Arab bukan hanya bermanfaat untuk kegiatan belajar di kelas, tetapi juga dapat membantu seorang muslim memahami apa yang ia baca dan ucapkan dalam ibadahnya.

7. Bahasa Arab Membuka Jalan untuk Membaca Kitab Para Ulama

Para ulama Islam terdahulu menulis banyak karya dalam bahasa Arab. Di antara kitab-kitab tersebut terdapat kitab tafsir, hadits, aqidah, fiqih, adab, dan berbagai cabang ilmu lainnya.

Ketika seorang penuntut ilmu memiliki kemampuan bahasa Arab, ia dapat membaca perkataan para ulama dari sumber aslinya dan tidak hanya bergantung kepada terjemahan.

Imam Asy-Syafi’i رحمه الله juga menjelaskan bahwa luasnya bahasa Arab berkaitan erat dengan kemampuan memahami berbagai sisi penjelasan Al-Qur’an.

Oleh karena itu, semakin seseorang serius dalam menuntut ilmu agama, semakin besar pula kebutuhannya untuk meningkatkan kemampuan bahasa Arab.

8. Belajar Bahasa Arab Harus Disertai Niat yang Benar

Mempelajari bahasa Arab hendaknya tidak hanya bertujuan untuk mendapatkan nilai bagus, memenangkan perlombaan, atau sekadar terlihat pandai berbicara.

Seorang muslim hendaknya meluruskan niatnya:

“Aku belajar bahasa Arab agar dapat memahami Al-Qur’an, memahami Sunnah Rasulullah ﷺ, memahami perkataan para ulama, dan mengamalkan agama Allah dengan benar.”

Dengan niat seperti ini, belajar bahasa Arab dapat menjadi bagian dari perjalanan menuntut ilmu yang bernilai ibadah.

9. Jangan Takut Kesulitan

Belajar bahasa Arab membutuhkan kesabaran. Ada banyak hal yang perlu dipelajari, seperti mufradat, nahwu, sharaf, membaca, memahami teks, dan berbicara.

Namun, kesulitan pada awal pembelajaran tidak seharusnya membuat seorang muslim berhenti, mulailah sedikit demi sedikit. Hafalkan beberapa kosakata setiap hari. Pelajari kaidah dasar. Biasakan membaca kalimat Arab. Pahami makna ayat dan hadits yang sederhana.

Dengan terus belajar dan berlatih, insya Allah kemampuan akan berkembang.

Penutup

Bahasa Arab adalah bahasa Al-Qur’an dan bahasa Rasulullah ﷺ. Mempelajarinya merupakan salah satu sarana penting untuk memahami Al-Qur’an, Sunnah, serta perkataan para ulama.

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qur’an berbahasa Arab agar kalian memahaminya.” (QS. Yusuf: 2).

Maka, mari kita belajar bahasa Arab bukan sekadar untuk mendapatkan nilai, tetapi untuk mendekatkan diri kepada Al-Qur’an dan Sunnah.

Semakin kita memahami bahasa wahyu, semoga semakin mudah bagi kita untuk memahami agama Allah dan mengamalkannya sesuai dengan pemahaman para sahabat dan generasi Salaf.

Referensi:

  • Al-Qur’an Al-Karim, QS. Yusuf: 2.
  • Al-Qur’an Al-Karim, QS. Asy-Syu’ara: 195.
  • Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i رحمه الله, “Ar-Risalah”, pembahasan “Al-Bayan”. Teks kitab memuat penjelasan beliau tentang kewajiban seorang muslim mempelajari bahasa Arab sesuai kemampuannya dan pentingnya bahasa Arab untuk memahami Al-Qur’an.
  • Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah رحمه الله, “Iqtidha’ Ash-Shirath Al-Mustaqim”, pembahasan tentang bahasa Arab sebagai sarana memahami Al-Kitab dan As-Sunnah.
  • Imam Al-Baghawi رحمه الله, “Ma’alim At-Tanzil”, tafsir QS. Yusuf: 2.
  • Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di رحمه الله, “Taisir Al-Karim Ar-Rahman fi Tafsir Kalam Al-Mannan”, tafsir QS. Asy-Syu’ara: 195.

No Comments

Tinggalkan Komentar