Oleh : Eko Yolanda Artha, SE
Kepala Divisi General Affair
Bismillahirrahmanirrahim
Ketahanan ekonomi keluarga tidak hanya bergantung pada besarnya pendapatan, melainkan juga pada kebijaksanaan dalam mengelola dan mengalokasikan keuangan, khususnya untuk pendidikan anak. Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang hasilnya tidak bisa dinikmati seketika, namun sangat menentukan masa depan keluarga dan generasi penerus.
Sayangnya, masih ada sebagian orang tua yang memprioritaskan pengeluaran konsumtif dibandingkan dengan alokasi dana pendidikan. Padahal, pendidikan tidak hanya sebatas biaya sekolah. Pendidikan juga mencakup pembentukan karakter, keterampilan hidup, dan penguatan nilai-nilai agama serta moral.
Sekolah dan orang tua harus berjalan beriringan dalam hal ini. Sekolah bisa memberikan edukasi keuangan sederhana kepada siswa dan menyelenggarakan program pengembangan karakter, sementara orang tua perlu membekali anak dengan nilai-nilai kerja keras, tanggung jawab, dan semangat belajar sejak dini.
Anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang sadar pentingnya pendidikan akan memiliki motivasi lebih tinggi untuk belajar dan berkembang. Mereka akan menganggap ilmu bukan sekadar kewajiban, tapi sebagai bekal utama dalam kehidupan.
Ilmu adalah harta yang tidak akan habis walaupun dibagi. Maka dari itu, orang tua perlu menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama dalam perencanaan ekonomi keluarga. Dengan cara ini, kita tidak hanya membangun keluarga yang kuat secara ekonomi, tapi juga menghasilkan generasi yang cerdas dan berakhlak mulia.
Tinggalkan Komentar