Oleh Bintang Maharani, S.Si.
(Kadiv SDM Yaa Bunayya Islam School)
Menjadi orang tua adalah amanah besar yang diberikan oleh Allah Ta’ala. Di antara kunci utama dalam menjalankan amanah ini adalah kesabaran. Anak bukan hanya karunia, tetapi juga ujian bagi orang tuanya — sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an:
“Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.”
(QS. Al-Anfāl: 28)
1. Pahami bahwa anak sedang belajar, bukan menentang
Setiap perilaku anak yang membuat orang tua kesal sering kali bukan karena niat melawan, tetapi karena mereka masih belajar memahami dunia. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidaklah seseorang diberi sesuatu yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Maka, ketika anak berbuat salah, jadikan itu sebagai kesempatan untuk membimbing, bukan melampiaskan amarah.
2. Kendalikan emosi sebelum menasihati
Menegur anak dalam keadaan marah justru membuat pesan sulit diterima dan bisa menimbulkan rasa takut atau sering kali hanya menimbulkan jarak. Rasulullah ﷺ mencontohkan kelembutan dalam mendidik, bahkan kepada anak kecil sekalipun. Beliau bersabda:
“Barang siapa tidak menyayangi, maka ia tidak akan disayangi.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ambillah jeda sejenak untuk menenangkan diri — berwudhu, diam sejenak, atau berzikir — sebelum menegur anak dengan hati yang tenang.
3. Didik dengan hikmah dan kasih sayang
Islam mengajarkan agar nasihat diberikan dengan hikmah (kebijaksanaan), sebagaimana firman Allah Ta’ala :
“Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik.”
(QS. An-Naḥl: 125)
Gunakan kata-kata yang lembut, ajak anak memahami akibat dari perbuatannya, dan bantu ia menemukan cara memperbaikinya. Alih-alih memarahi, ajak anak berpikir tentang akibat dari perbuatannya dan bagaimana memperbaikinya. Dengan begitu, anak belajar bertanggung jawab tanpa merasa tertekan dan tanpa merasa terhina.
4. Perbanyak doa dan tawakal kepada Allah Ta’ala
Kesabaran bukan kemampuan yang muncul dengan sendirinya, melainkan karunia dari Allah Ta’ala. Maka mintalah kepada-Nya dalam setiap sujud:
“Ya Allah, berilah aku kesabaran dan kelembutan hati dalam mendidik anak-anakku.”
Rasulullah ﷺ pun berdoa agar umatnya diberi ketenangan hati dan dijauhkan dari kemarahan.
Kesabaran dalam mendidik anak adalah bagian dari jihad seorang orang tua. Dengan sabar, lembut, dan doa yang terus dipanjatkan, insya Allah anak akan tumbuh menjadi pribadi yang shalih, penuh kasih sayang, dan berakhlak mulia — cerminan dari teladan yang ia lihat di rumah.
“Dan orang-orang yang bersabar karena mengharap keridaan Tuhannya… mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
(QS. Ar-Ra’d: 22)
Dengan kesabaran, kasih sayang, dan doa yang tulus, orang tua bukan hanya mendidik anak menjadi baik, tetapi juga sedang mendidik diri sendiri untuk menjadi lebih matang dan penuh kesabaran.
Tinggalkan Komentar