Novalia Agustina, S.Pd.
Guru SD YBIS
Di era digital yang serba cepat ini, cara anak-anak belajar telah mengalami perubahan drastis dibandingkan generasi sebelumnya. Anak zaman sekarang, sering disebut sebagai generasi Alpha atau akhir dari generasi Z, tumbuh di lingkungan yang penuh dengan teknologi, informasi instan, dan konektivitas global. Hal ini mempengaruhi cara mereka menerima, memproses, dan mengaplikasikan informasi dalam proses belajar.
Beberapa ciri khas gaya belajar anak-anak masa kini antara lain:
Visual dan Interaktif
Anak-anak kini cenderung lebih tertarik pada konten visual seperti video, animasi, dan infografik. Platform seperti YouTube, TikTok dan media sosila lainnya. sering kali menjadi sumber pembelajaran tak langsung yang menarik.
Digital Native
Mereka terbiasa menggunakan perangkat digital sejak kecil. Belajar lewat aplikasi edukatif, e-book, dan platform e-learning seperti Google Classroom atau Ruangguru sudah menjadi hal yang lumrah.
Kebutuhan akan Keterlibatan Aktif
Gaya belajar pasif seperti ceramah satu arah cenderung membuat anak cepat bosan. Mereka lebih suka pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan menyenangkan.
Fleksibel dan Multitasking
Anak-anak zaman now cenderung multitasking belajar sambil mendengarkan music, podcast, uara ambient seperti suara hujan atau suara alam buat bantu focus atau berpindah antara satu aplikasi ke aplikasi lain. Mereka membutuhkan pendekatan belajar yang fleksibel, tidak selalu harus duduk diam di meja belajar.
Secara umum, gaya belajar anak dapat dikelompokkan ke dalam tiga tipe utama:
Visual (melihat): Anak memahami materi lebih baik melalui gambar, grafik, atau tayangan video.
Auditori (mendengar): Mereka lebih cepat menyerap informasi lewat penjelasan verbal atau audio.
Kinestetik (bergerak): Anak-anak ini belajar paling efektif dengan menyentuh, bergerak, dan melakukan sesuatu secara langsung.
Namun, banyak anak zaman sekarang memiliki kombinasi dari beberapa gaya belajar tersebut, yang dikenal sebagai gaya belajar multimodal.
Agar proses belajar menjadi efektif, pendidik dan orang tua perlu menyesuaikan metode dengan kebutuhan zaman:
Tantangan terbesar dalam mendampingi gaya belajar anak modern adalah distraksi digital. Solusinya, orang tua dan guru perlu:
Gaya belajar anak zaman sekarang menuntut kita untuk lebih adaptif dan kreatif dalam menyampaikan materi. Memahami karakter mereka sebagai digital native bukan berarti membiarkan mereka lepas kendali dengan teknologi, tetapi justru menjadi peluang untuk menjadikan proses belajar lebih menyenangkan, relevan, dan bermakna.
REFERRENSI :
Tinggalkan Komentar