Info
Sunday, 16 Jun 2024
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2023 / 2024 untuk TK dan SD Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

Pentingnya Tabayyun Dalam Kehidupan

Tuesday, 8 February 2022 Oleh : admin
Penulis : Ari Saputra, S.Sos.
(Kepala SD YBIS)
   

Lakukanlah tabayyun, kroscek atau carilah kejelesan terhadap berita-berita media, jangan terima mentah-mentah begitu saja. Apalagi media yang ada saat ini cuma cari tenar dan sensasi.

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

Q.S. Al-Hujurat : 6

Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim berkata,

“Allah Ta’ala memerintahkan untuk melakukan kroscek terhadap berita dari orang fasik. Karena boleh jadi berita yang tersebar adalah berita dusta atau keliru.”

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di saat menerangkan ayat di atas, beliau berkata,

“Termasuk adab bagi orang yang cerdas yaitu setiap berita yang datang dari orang kafir hendaknya dicek terlebih dahulu, tidak diterima mentah-mentah. Sikap asal-asalan menerima amatlah berbahaya dan dapat menjerumuskan dalam dosa. Jika diterima mentah-mentah, itu sama saja menyamakan dengan berita dari orang yang jujur dan adil. Ini dapat membuat rusaknya jiwa dan harta tanpa jalan yang benar. Gara-gara berita yang asal-asalan diterima akhirnya menjadi penyesalan. Sekali lagi untuk berita dari orang fasik, hendaklah benar-benar dilakukan kroscek dan cari kejelasan. Jika sudah dapat bukti akan benarnya berita tersebut, baru boleh diterima. Jika terbukti dusta, maka jelas harus didustakan dan tidak boleh diamalkan.”

As Sa’di menyatakan lagi selanjutnya,

“Ayat tersebut juga jadi dalil bahwa berita dari orang yang jujur itu diterima. Sedangkan berita dari orang yang berdusta, tertolak. Sehingga berita dari orang fasik, maka didiamkan. Oleh karenanya salaf tetap masih menerima riwayat dari orang Khawarij yang terkenal jujur walau ia fasik.”

Demikian disebutkan oleh Syaikh dalam Tafsir Al-Karimir Rahman.

Sikapilah berita yang ada dengan cermat diberbagai media yang ada di internet, TV dan radio. Berita-berita yang ada bukanlah dari orang yang jujur, namun dari orang yang ingin cari ketenaran, ingin ratingnya naik, ingin buat sensasi dan ada yang maksudnya demi mendapat penghasilan semata. Tugas kita harus pandai-pandai mengkroscek dan mencari kebenaran suatu berita tidak memasukkan dalam telinga begitu saja atau bahkan dengan mudahnya disebar pada yang lain.

Hendaknya kaum muslimin sebelum menyebarluaskan sebuah kabar yang di terima oleh dirinya dari teman atau kerabat dekatnya sebainya ditanyakan terlebih dahulu kebenaranya dan kesahihannya, kadang kala tanpa kita menyadari dan kita ketahui bahwa bisa jadi berita yang kita terima adalah berita yang bohong dan dusta serta bisa jadi seseorang itu membenci orang yang dia beritakan sehingga ada unsur ingin menjatuhkan atau dengki kepada seseorang tersebut, berita adalah sebuah kabar atau yang nampak dari mata kita sendiri seketika kita melihat sebuah kejadian yang mungkin pada saat itu ada hal yang memang harus orang tersebut lakukan pada saat yang genting dan mendesak.

Maka kita sebagai umat muslim hendaknya menanyakan secara langsung perihal tersebut guna menghilangkan rasa su’uzan yang tinggi dan fitnah yang tersebar sebelum kita membicarakannya kepada keluarga kerabat dan juga teman-teman kita, karena ini mengaitkan nama baik dan kehormatan seseorang tersebut. Mudah-mudahan kita semua bijak dalam menanggapi sebuah berita dan kejadian yang terlihat oleh diri kita pribadi.

Sumber :
https://rumaysho.com/7891-jangan-mudah-menerima-berita-media

No Comments

Tinggalkan Komentar