Info
Sunday, 16 Jun 2024
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2023 / 2024 untuk TK dan SD Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

Kenapa Ya Anak Saya Terkadang Berperilaku Tidak Baik Ketika Saya Sedang Mendisplinkannya? Dan Bagaimana Menanggapinya?

Monday, 29 August 2022 Oleh : admin

Oleh : Fithriyah Dinah Shalihah S.Psi
(Guru SD YBIS)

Perilaku baik atau akhlak yang baik pada anak tentu dambaan bagi Abi dan Ummi, tentu tidak mudah mendidik dan mendisplinkan anak agar berperilaku baik kepada siapa saja terlebih lagi kepada Abi dan Ummi. Masa anak-anak merupakan masa yang sangat penting dalam pembentukan karakter. Semakin dini anak untuk diajarkan tentang etika, akhlak atau perilaku yang baik semakin kuat pembentukan karakternya.

Perlunya kesabaran bagi Abi dan Ummi untuk membentuk karakter anak, karena dalam prosesnya tidaklah mudah. Terkadang anak menunjukan perilaku yang tidak baik. Hal itu merupakan hal yang wajar terjadi.  Hal ini dikarenakan anak masih dalam proses belajar untuk mengekspresikan isi pikiran dan dalam mengutarakan isi hatinya.

Menurut Morin seorang psikoterapis mengatakan bahwa anak mengekspresikan isi pikiran dan perasaannya dalam bentuk perilaku. Anak mengomunikasikan sesuatu melalui perilakunya dibanding dengan kata-kata.

Tahukah Abi Ummi ternyata ada alasan dibalik mengapa terkadang anak berperilaku tidak baik ke kita.

Menurut Morin terdapat beberapa alasan mengapa anak berperilaku tidak baik:

  1. Sebetulnya Sang Anak Menginginkan Perhatian

Mungkin Abi dan Ummi pernah mengalami tiba-tiba sang anak menjadi rewel, tantrum, keras kepala ketika Abi dan Ummi sedang sibuk melakukan sesuatu. Seperti bermain hp, melakukan pekerjaan rumah, menjawab telepon dan lainnya. Anak tiba-tiba menjadi perilaku tidak baik dikarenakan ia merasa ditinggalkan dan tidak dianggap. Sebab itu ia mencoba menarik perhatian Abi dan Ummi  dengan bertingkah rewel, mengamuk dan sebagainya.

  1. Anak berperilaku tidak baik dikarenakan mereka “meniru”

Anak belajar bagaimana berperilaku tentunya dari orang sekitar, di mulai dari keluarga, tetangga, teman sebaya, sekolah dan media. Anak biasanya akan mengulangi apa yang mereka lihat, baik dari orang tuanya, teman, dan media.

Penting bagi Abi dan Ummi untuk memberikan batasan kepada anak terkait sosial media, tontonan film dan games yang anak mainkan. Komunikasikan kepada anak mengenai perilaku apa yang baik dan tidak baik, ajak anak untuk berdiskusi mengenai konsekuensi dari perilaku tersebut, agar anak paham dari apa yang sebenarnya mereka lakukan.

  1. Sebetulnya anak sedang menguji kesabaran Abi dan Ummi

Ketika Abi dan Ummi sedang menerapkan kedisiplinan kepada anak, membuat aturan, memberi tahu apa yang boleh dan tidak dilakukan. Terkadang anak ingin menguji konsekuensi apa yang anak dapatkan apabila melanggar.

  1. Sang anak memiliki emosi yang besar

Terkadang anak-anak tidak tahu apa yang harus dilakukan tentang perasaanya. Anak menjadi mudah kewalahan dan frustasi pada saat sedang marah, dan akibatnya, anak menjadi agresif.

Dari sini pentingnya bagi Abi dan Ummi untuk mengajarkan kepada anak bagaimana mengelola emosi dan perasaan dengan baik. Dengan demikian hal tersebut dapat mencegah anak berperilaku buruk. Ketika anak berhasil mengelola emosinya sendiri, anak memiliki keterampilan koping yang baik dalam mengatasi apa yang sedang anak rasakan.

  1. Anak sedang menuruti ego

Mungkin Abi dan Ummi pernah merasakan anak terkesan sedang memaksakan dan mengontrol Abi dan Ummi. Dan juga terkadang anak menantang dan menolak keputusan yang Abi dan Ummi buat ketika hal tersebut di luar keinginannya.

Sebab anak berperilaku tidak baik dikarenakan anak sedang menuruti egonya. Hal yang dapat Abi dan Ummi lakukan ketika anak sedang tinggi egonya, kekeh dengan kemauannya dan bersikap tidak baik, Abi dan Ummi dapat memberikan dua pilihan kepada anak. Semisalnya “Ummi mau kakak untuk stop main hpnya karena waktu kakak bermain hp sudah habis.” Jika anak masih kekeh untuk bermain hp, Abi dan Ummi dapat memberikan pilihan “Kakak mau lanjut main hp tapi besok kakak gak main dan ummi gak akan kasih hp lagi atau kakak sekarang stop main hpnya tapi besok kakak bisa main”.

Dengan memberikan pilihan kepada anak dapat mengurangi sikap membangkang dan anak cenderung lebih patuh.

 

  1. Sebagai trick atau cara

Tahukah Abi dan Ummi bahwa salah satu alasan juga mengapa anak berperilaku tidak baik karena anak menganggap bahwa hal tersebut cara mendapatkan apa yang anak inginkan, dan hal tersebut hal yang efektif.

Mungkin sebagian diantara kita pernah mengalami ketika anak sedang merengek kepada Abi dan Ummi. Anak terus menangis dan mengamuk sampai Abi dan Ummi menuruti kehendaknya. Dari sini anak belajar, dengan menangis dan mengamuk anak akan mendapatkan apa yang diinginkan.

Dari point keenam diatas kita dapat mengetahui penyebab anak berperilaku tidak baik, semoga dengan artikel ini dapat menjadi wawasan dan lebih paham mengenai anak. Semoga dengan artikel ini membawa manfaat bagi pembacanya.  Jazaakumullahu khairan wa barakallahu fiik

 

Referensi :

Morin, A. 10 Surprising Reasons Why Kids Misbehave (And How to Respond). Verywellfamily.com. https://www.verywellfamily.com/surprising-reasons-why-kids-misbehave-1094946#citation-1

No Comments

Tinggalkan Komentar