Oleh: Muhammad Donny Agusta, SE, MM
Direktur YBIS / Ketua Yys. Tarbiyah Sunnah Yaa Bunayya
Bismillahirrahmanirrahim
Di lingkungan sekolah, kemampuan komunikasi itu penting. Bahkan sangat penting. Bukan cuma untuk guru, tapi juga untuk staf, admin, customer service, sampai pimpinan sekolah.
Kenapa?
Karena sekolah itu bukan cuma tempat belajar anak, tapi juga tempat bertemunya banyak harapan: harapan orang tua, harapan siswa, dan harapan masyarakat.
Dan di situlah, komunikasi diuji.
Komplain Itu Wajar, Bahkan Sehat
Komplain di sekolah itu hal yang wajar. Selama masih ada interaksi antara manusia, selama masih ada harapan, komplain pasti ada.
Orang tua menyampaikan keluhan bukan karena ingin menjatuhkan sekolah. Justru sebaliknya, karena mereka peduli. Mereka masih percaya dan berharap sekolah mau mendengar.
Yang perlu kita pahami, masalah sering kali bukan pada isi komplainnya, tapi cara kita meresponnya.
Nada bicara, pilihan kata, kecepatan respon, dan sikap saat mendengar—itu semua sangat menentukan.
Masalah Besar Sering Berawal dari Komunikasi Kecil
Banyak persoalan di sekolah sebenarnya sederhana. Tapi bisa membesar karena komunikasi yang kurang tepat.
Respon yang terlalu singkat, nada yang terkesan defensif, atau kalimat yang kurang empati bisa membuat orang tua merasa tidak dihargai, meskipun niat sekolah sebenarnya baik.
Di sinilah pentingnya belajar komunikasi:
Komunikasi yang baik tidak selalu langsung menyelesaikan masalah, tapi hampir selalu bisa menenangkan situasi.
Handling Complaint Bukan Tugas Satu Orang
Menurut saya, handling complaint bukan hanya tugas customer service saja. Padahal di sekolah, siapa pun bisa berhadapan dengan komplain: guru, wali kelas, TU, bahkan kepala sekolah.
Karena itu, kemampuan handling complaint seharusnya dimiliki oleh seluruh tim sekolah.
Dengan kemampuan ini, sekolah bisa:
Sekolah yang baik bukan skolah yang bebas masalah, tapi sekolah yang dewasa saat menghadapi masalah.
Nilai Pelayanan di Sekolah Yaa Bunayya
Di Yaa Bunayya Islamic School, komunikasi dan pelayanan bukan sekadar tugas, tapi bagian dari nilai.
Cara kita berbicara, cara kita menjawab keluhan, dan cara kita menyikapi emosi orang tua adalah bagian dari pendidikan akhlak itu sendiri.
Anak-anak melihat, mendengar, dan belajar dari sikap orang dewasa di sekitarnya. Ketika guru dan pegawai sekolah bersikap tenang, santun, dan solutif, di situlah pendidikan karakter benar-benar hidup.
Penutup
Belajar komunikasi dan handling complaint bukan berarti kita lemah. Justru sebaliknya, itu tanda bahwa kita mau tumbuh dan mau memperbaiki diri.
Sekolah yang mau belajar adalah sekolah yang siap dipercaya.
Dengan komunikasi yang baik dan kemampuan menangani komplain secara bijak, insya Allah sekolah Yaa Bunayya akan terus menjadi tempat yang nyaman, aman, dan dipercaya oleh orang tua serta masyarakat.
Karena pendidikan yang baik selalu dimulai dari komunikasi yang baik.
Tinggalkan Komentar