Info
Saturday, 24 Oct 2026
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026 / 2027 untuk TK, SD dan SMP Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

ADAB ANAK KEPADA ORANG TUA DAN GURU

Friday, 23 October 2026 Oleh : admin

Oleh : Andika Apriansyah, M.Pd., Gr
(Guru SD Yaa Bunayya Palembang)

Bismillahirrahmanirrahim

Dalam ajaran Islam, adab menempati posisi yang bahkan lebih diutamakan daripada ilmu itu sendiri. Seorang anak yang cerdas namun tidak memiliki adab kepada orang tua dan gurunya akan kehilangan keberkahan dari ilmu yang dipelajarinya. Oleh karena itu, menanamkan adab sejak usia dini menjadi tanggung jawab bersama antara keluarga dan sekolah.

Allah subhanahu wa ta’ala berulang kali memerintahkan manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tua, sebagaimana firman-Nya:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak.” (QS. Al-Isra: 23)

Bentuk adab kepada orang tua dapat diwujudkan dengan berbicara secara lembut, tidak meninggikan suara di hadapan mereka, mendengarkan nasihatnya, mematuhi perintah yang baik, membantu pekerjaan rumah sesuai kemampuan, serta senantiasa mendoakan kebaikan bagi keduanya.

Sementara itu, guru berperan sebagai orang tua kedua bagi anak selama berada di lingkungan sekolah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan pentingnya menghormati yang lebih tua, termasuk guru dan ulama, melalui sabdanya:

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يُوَقِّرْ كَبِيرَنَا، وَيَرْحَمْ صَغِيرَنَا، وَيَعْرِفْ لِعَالِمِنَا حَقَّهُ

“Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua, tidak menyayangi yang lebih muda, dan tidak mengetahui hak orang alim di antara kami.” (HR. Tirmidzi, no. 1920)

Adab kepada guru dapat ditunjukkan melalui sikap sopan saat berbicara, memperhatikan dengan sungguh-sungguh setiap penjelasan yang disampaikan, tidak memotong pembicaraan, serta menjaga nama baik guru baik di hadapan maupun di belakangnya. Para ulama terdahulu bahkan sangat menjaga adab kepada guru mereka, karena mereka memahami bahwa keberkahan ilmu banyak bergantung pada bagaimana seorang murid memuliakan gurunya.

Di tengah kemajuan zaman dan derasnya arus teknologi, nilai-nilai adab semacam ini perlu terus dijaga agar tidak luntur. Pembiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, seperti mengucapkan salam, mencium tangan orang tua sebelum berangkat sekolah, atau mengangkat tangan sebelum bertanya kepada guru, akan membentuk karakter mulia yang tertanam kuat hingga dewasa.

Sebagai lembaga pendidikan Islam, sekolah memiliki peran strategis untuk terus menghidupkan budaya adab ini melalui keteladanan para pendidik, pembiasaan sehari-hari, serta pengingat yang konsisten dalam setiap kegiatan pembelajaran, sehingga generasi yang lahir dari lingkungan sekolah bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga santun dan berakhlak mulia.

Referensi

No Comments

Tinggalkan Komentar