Oleh : Haris Kurniawan, M.Pd
(Kepala Divisi Pendidikan Yaa Bunayya Islamic School)
Peneliti dan Praktisi Pendidikan, alumni Mahad Al-ilmi Jogyakarta
Bismillahirrahmanirrahim
Ketika kami mulai memunculkan kata matematika, bisa jadi sebagian besar persepsi pada diksi ini untuk sebagian besar pembaca mengarah pada suatu kesimpulan umum. Yang ketika kami gambarkan dengan satu kata yakni “sulit” atau “susah”. Paradigma berfikir ini tidaklah muncul dengan begitu saja tanpa memiliki sejarah atau sebab. Bahkan didunia riset banyak sekali yang menjadikan hal ini acuan atau landasan dalam memunculkan poin sebab mengapa mereka melakukan riset.
Kami sebutkan salah satu riset pada jurnal bereputasi terkait hal ini seperti riset yang dilakukan oleh solihin dkk, yang secara khusus meneliti pemetaan skala kecemasan siswa terhadap pelajaran matematika, hasilnya terdapat kecocokan dan bukti empiris yang kuat bahwa faktor kecemasan ini mempengaruhi proses belajar dan prestasi akademik siswa didik. Untuk menyikapi fenomena pembahasan ini, sekolah ataupun para guru baik dalam hal pembelajar, lingkungan belajar menyiapkan atau memiliki strategi khusus. Sebagaimana banyak riset yang telah berhasil di negara – negara maju. Dan sudah di ujikan cocok di Indonesia.
Sebelum kami membahas tips dan trik untuk menjadikan matematika itu pembelajaran yang asyik sehingga tidak menimbulkan kecemasan atau yang sejenisnya, maka perlu diperhatikan bahwasannya faktor utama penyebab kecemasan dikarenakan pandangan masyarakat secara umum tentang matematika adalah sesuatu yang abstrak, sesuatu yang berat untuk dibayangkan, sesuatu yang berhubungan dengan angka, perhitungan, rumus dan lain sebagainya.
Berkenaan dengan itu maka tips dan trik yang akan kami berikan adalah sebuah metode yang berkenaan dengan cara merubah pandangan masyarakat atau siswa tentang matematika itu sendiri.
Dalam sejarahnya matematika dikonsep dari sesuatu yang konkret yang terjadi dalam masyarakat dalam kehidupan masyarakat kemudian di dikonsep atau dipermudah sehingga menjadi sesuatu yang abstrak berupa angka dan rumusan – rumusan. Angka dan rumusan ini di bentuk untuk mempermudah penggunaannya didalam kehidupan. Namun seiring waktu makna yang terkandung didalam rumusan – rumusan tersebut menjadi kabur sehingga hanya dipahami secara abstrak saja. Inilah yang membuat kebermanfaatannya bagi siswa atau masyarakat menjadi kabur atau samar.
TIPS DAN TRIK

Gambar ini memberikan sebuah ringkasan pemahaman tentang bagaimana dulu ilmu matematika diproses hingga didapatkan sesuatu yang abstrak atau rumusan – rumusan.
Dari sini kita akan mendapati metode bagaimana agar mengajarkan matematika itu bisa menyenangkan tidak terkesan hanya rumus – rumus, tidak terkesan hanya angka sehingga muncullah diksi “susah”.
Proses ini lah yang sering kali dinamakan pembelajaran yang mengkonstruk pengetahuan anak. Sehingga pengetahuan yang mereka dapatkan akan terasa lebih bermanfaat dan dapat mereka implementasikan kedalam kehidupan mereka. Inilah pembelajaran matematika yang diharapkan. Menyenangkan, asyik, dan bermakna.
Tinggalkan Komentar