Oleh : Harits S.Pd
(Guru SD Yaa Bunayya Islamic School)
Bismillahirrahmanirrahim
Fenomena orang tua yang tak rela anaknya ditegur atau dihukum guru, bahkan ketika anaknya jelas salah, adalah masalah besar dalam dunia pendidikan hari ini.
Ini bukan terjadi pada satu dua keluarga, tapi sudah menjadi gejala sosial. Berikut beberapa sebab utamanya:
Banyak orang tua zaman sekarang memegang konsep keliru: *anak tidak boleh merasakan sakit, kecewa, takut, atau ditegur.
Padahal dalam pendidikan, rasa tidak nyaman itu bagian dari proses tumbuh dewasa. Akhirnya:
Padahal anak sedang belajar konsekuensi dari perbuatannya.
Di banyak rumah tangga, nilai menghormati guru mulai memudar.
Padahal salaf mengatakan:
ابن سيرين رحمه الله:
«كانوا يتعلمون الهدي قبل العلم»
“Mereka (para salaf) mempelajari adab sebelum mempelajari ilmu.”
(Al-Khatib al-Baghdadi, Iqtidha’ al-‘Ilm al-‘Amal)
*Orang tua yang tidak menghormati guru, otomatis sulit mengajarkan adab itu kepada anak.*
Sebagian orang tua tidak siap menerima kenyataan bahwa anaknya bisa salah. Seolah kesalahan anak adalah cermin buruk bagi mereka, sehingga mereka defensif.
Maka yang terjadi:
*Anak salah → orang tua malu → malah menyerang guru. Ini bukan pembelaan anak, tapi pembelaan ego.*
Media sosial membuat berbagai kasus “guru menghukum murid” viral tanpa konteks.
Akibatnya:
Dulu: rumah dan sekolah satu suara dalam mendidik.
Sekarang: rumah dan sekolah sering berlomba menjadi pihak yang “paling membela anak”.
Padahal seharusnya:
Karena banyak sekolah berbasis biaya, sebagian orang tua merasa:
“Aku bayar, maka guru tidak boleh menyentuh anakku.”
Pendidikan dipersepsikan seperti jasa layanan, bukan amanah tarbiyah.
Ini adalah akar dari banyak masalah.
Orang tua menjadikan anak sebagai:
Sehingga ketika guru menegur, mereka merasa “kerajaan kecilnya” sedang diganggu.
Sebagian lembaga tidak tegas di awal tentang Aturan disiplin, Bentuk hukuman dan Batasan guru.
Akibatnya orang tua menganggap hukuman sebagai tindakan pribadi, bukan bagian dari sistem pendidikan.
Fenomena ini adalah kombinasi dari:
*Jika ingin dunia pendidikan kembali kuat, maka harus dikembalikan lagi adab dasar, yaitu:*
Sumber :
Tinggalkan Komentar