Adelia Intan Rahmaniar, S.I.Kom
Guru TK YBIS
Ngomong di depan banyak orang sering bikin deg-degan. Lidah rasanya kaku, kata-kata campur aduk, dan pikiran tiba-tiba kosong. Menurut buku Public Speaking oleh Wuwuh Andayani, S.Pd., M.A., dkk (2024: 1), salah satu kemampuan manusia adalah berkomunikasi, yaitu dengan berbicara. Namun ada kalanya berbicara menjadi terasa sulit atau belibet.
Ada berbagai faktor yang menyebabkan seseorang bicara belepotan atau belibet. Bicara belibet ciri-cirinya adalah komunikasi yang berbelit-belit dan mendadak salah dalam menyebutkan suatu kata. Berikut ini penyebab kenapa ngomong belibet menurut psikologi:
1. Kecemasan
2. Stres
3. Tidak percaya diri
4. Tidak terbiasa berbicara didepan umum
5. Kemampuan komunikasi yang kurang
Bahkan orang dengan bicara belibet memiliki alasan atau latar belakang psikologi dibelakangnya seperti, sering diabaikan keinginannya. Merasa tidak dihargai, jarang didengarkan orang lain saat berbicara atau segera dipotong saat bicara, atau jarang didengar pendapatnya disaat ia ingin sekali memberi pendapat. Sehingga alasan-alasan ini mendukung seseorang untuk memilih menjadi pendiam dan tidak ingin banyak bicara atau mengeluarkan pendapat sehingga saat berbicara seseorang akan cenderung berkomunikasi dengan bahasa yang sukar dimengerti oleh orang lain dan belibet saat berbicara.
Dan yang terakhir, pada akhirnya memilih nyaman dalam dunianya sendiri, seringkali menarik diri dan hidup dalam dunia mereka sendiri. Kurangnya perhatian dan dukungan yang tulus, membuat mereka lebih baik mengisolasi diri karena merasa tidak dihargai.
Perbuatan seorang yang mungkin terasa sepele ternyata bisa berdampak pada psikologi seseorang hingga dewasa. Dalam shahihfiqih, Syaikh Abdurrahman AsSa’dy rahimahullah berkata
من الآداب الطيبة؛ إذا حدثك المحدث بأمر ديني أو دنيوي، ألا تنازعه الحديث إذا كنت تعرفه، بل تصغي إليه إصغاء من لا يعرفه ولم يمر عليه، وتريه أنك استفدته منه، كما كان ألباء الرجال يفعلونه. وفيه من الفوائد تنشيط المحدث وإدخال السرور عليه، وسلامتك من العجب بنفسك، وسلامتك من سوء الأدب، فإن منازعة المحدث حديثه من سوء الأدب.
“Diantara adab-adab yang baik; jika seseorang berbicara kepadamu tentang sebuah perkara agama atau dunia, jangan merebut pembicaraan darinya jika engkau telah mengetahuinya, bahkan hendaklah engkau mendengarkan dengan baik seperti orang yang belum mengetahuinya dan belum pernah melewatinya, dan tampakkanlah kepadanya bahwa engkau mendapatkan faedah darinya, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang yang berakal. Diantara faedah dari adab semacam ini adalah memberi semangat kepada orang yang berbicara dan memasukkan rasa senang ke dalam hatinya, engkau selamat dari perasaan ujub terhadap dirimu sendiri, dan engkau selamat dari adab yang buruk, karena sesungguhnya merebut pembicaraan orang yang berbicara termasuk adab yang buruk.”
Pentingnya kita sebagai manusia menjaga adab dalam berbicara, karena diantara menjaga adab saat berbicara dengan orang lain sama saja kita telah memasukkan rasa senang kedalam hati seseorang.
Namun, seseorang dengan ngomong belibet, bisa dirubah dengan cara latihan sederhana
Pertama, latihan rutin. Untuk seorang yang memiliki latar belakang public speaker. Rasa grogi, gugup tetap melanda walaupun telah berpengalaman dan memiliki jam terbang yang cukup banyak. Pentingnya sebelum tampil, ulangi materi yang mau disampaikan. Coba bicara di depan cermin atau rekam suara sendiri. Dari situ kita bisa ketahui bagian mana yang susah diucapkan dan memperbaikinya.
Kedua, atur napas. Saat grogi, napas jadi pendek dan suara terdengar gemetar. Tarik napas dalam-dalam, tahan sebentar, lalu hembuskan perlahan. Lakukan beberapa kali agar pikiran lebih tenang sebelum mulai bicara. Teknik pernapasan untuk diri lebih rileks banyak sekali metode nya, salah satu metode teknik pernapasan “4 7 8”. Tarik napas dari hidung selama 4 detik, tahan napas selama 7 detik, dan buang napas dengan cara berdesis selama 8 detik.
Ketiga, bicara perlahan. Banyak orang ingin cepat selesai sehingga bicara terburu-buru dan akhirnya lidah jadi belibet. Jangan takut memberi jeda. Jeda bukan tanda lupa, tapi bukti kamu percaya diri.
Keempat, tatap lawan bicara. Pilih beberapa orang untuk dijadikan titik pandang. Ini membantu kamu tetap fokus dan merasa lebih dekat dengan lawan bicara
Sumber:
Kumparan. 2024. Alasan Kenapa Ngomong Belibet Menurut Psikologi. https://kumparan.com/info-psikologi/alasan-kenapa-ngomong-belibet-menurut-psikologi-242Z1lOPxaP/full
Reda, Yosefa Rosari. 2024. Fakta Dibalik Orang yang Bicara ‘Belibet’.https://rri.co.id/lain-lain/871253/fakta-dibalik-orang-yang-bicara-belibet
Shahihfiqih. Adab Ketika Mendengar Orang Lain Yang Sedang Berbicara. https://shahihfiqih.com/adab-ketika-mendengar-orang-lain-yang-sedang-berbicara/
Tinggalkan Komentar