Penulis : Lilis Hidayah, S.Pd.
(Kepala TK YBIS Sekip)
Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillaahil ladzi bini’matihi tatimmush-shoolihaat, Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. Pendidikan anak usia dini adalah pondasi bagi pembentukan karakter, akhlak, dan kecerdasan anak dalam jangka panjang. Di tengah meningkatnya tekanan akademik sejak usia dini, penting bagi kita, para pendidik dan orang tua, untuk kembali menata ulang prioritas pendidikan anak.
Dalam Islam, pendidikan karakter dan adab bahkan lebih utama daripada ilmu. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
(HR. Al-Bukhari)
Jelas bahwa dalam pendidikan Islam, akhlak, adab, dan pengelolaan emosi lebih didahulukan sebelum ilmu pengetahuan. Hal ini juga sesuai dengan prinsip para ulama salaf:
“Pelajarilah adab sebelum ilmu.”
– Sufyan ats-Tsauri rahimahullah
Secara teoritis, para ahli perkembangan anak seperti Jean Piaget, Erik Erikson, dan Lev Vygotsky sepakat bahwa usia 3–6 tahun adalah masa kritis perkembangan emosi, sosial, dan identitas diri. Anak pada usia ini belum siap menerima tekanan akademik yang bersifat abstrak. Mereka belajar paling efektif melalui interaksi sosial, permainan, dan pengalaman konkret.
Pembelajaran Sosial Emosional (Social Emotional Learning/SEL) adalah pendekatan pembelajaran yang membantu anak dalam:
Pentingnya pembelajaran SEL untuk Anak TK di antara nya sebagai berikut:
Anak usia TK (3–6 tahun) sedang berada pada masa krusial dalam perkembangan emosi dan kepribadian. Mereka mulai mengenal emosi dasar seperti marah, sedih, cemas, dan senang, namun belum tahu cara mengelolanya. Tanpa bimbingan, anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang impulsif, tidak sabaran, atau mudah frustasi.
Anak yang belum bisa duduk tenang, belum bisa bekerja sama, atau tidak bisa mengatur emosinya, akan sulit mengikuti pembelajaran formal. SEL adalah fondasi bagi anak agar bisa belajar dengan efektif, baik secara akademik maupun sosial.
Dalam Islam, adab dan akhlak adalah prioritas utama pendidikan. SEL membantu menanamkan nilai seperti: Sabar, Jujur, Peduli, Pemaaf, Tanggung jawab.
Anak yang diajari mengenali dan menyalurkan emosinya dengan baik akan tumbuh menjadi pribadi yang:Lebih percaya diri, Tidak mudah stres, Punya daya tahan mental yang kuat (resilience)
Dari uraian di atas kita bisa mendapatkan beberapa kesimpulan yaitu pendidikan karakter yang kuat sejak dini menghasilkan pribadi yang bertanggung jawab, disiplin, sopan, dan penyayang. Ini adalah tujuan utama pendidikan dalam Islam, bukan sekadar kemampuan kognitif.
Pendidikan anak usia dini bukan tentang seberapa banyak huruf yang telah dikenal atau angka yang telah dihitung. Lebih dari itu, pendidikan sejati di usia TK adalah: Mampu menahan amarah, Dapat berbagi dengan teman, Tahu cara meminta maaf dan memaafkan, Bisa mengendalikan diri saat kecewa, Menjadi anak yang penyayang, sabar, dan beradab.
Semua itu adalah bagian dari pembelajaran sosial emosional, yang dalam Islam dikenal sebagai pembiasaan adab dan akhlak.Tanpa sosial emosional yang baik, akademik akan rapuh. Tapi jika sosial emosional anak kuat, maka akademik akan tumbuh dengan sendirinya, sehat dan penuh makna.Semoga Allah senantiasa memberikan kita kemudahan dalam mendidik anak-anak kita yang memiliki adab dan akhlak yang bai. Baarakallahu fiikum.
Tinggalkan Komentar