Info
Friday, 17 Apr 2026
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026 / 2027 untuk TK, SD dan SMP Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

KENAPA KITA SERING OVERTHINKING?

Wednesday, 15 April 2026 Oleh : admin

Oleh : Eva Melia Sari
(Guru TK Yaa Bunayya Islamic School Cab. Sekip)

Bismillahirrahmanirrahim

Pernah merasa pikiran tidak berhenti berputar, memikirkan hal yang belum tentu terjadi? Itulah yang sering disebut overthinking. Kita terlalu banyak memikirkan sesuatu, bahkan hal kecil sekalipun, sampai akhirnya merasa cemas, lelah, dan sulit tenang.

Overthinking biasanya muncul karena rasa khawatir yang berlebihan. Kita takut salah, takut dinilai orang lain, atau takut masa depan tidak sesuai harapan. Selain itu, kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain juga bisa memperparah keadaan. Akibatnya, pikiran kita dipenuhi berbagai kemungkinan buruk yang sebenarnya belum tentu terjadi.

Dalam kehidupan sehari-hari, overthinking bisa mengganggu fokus dan kebahagiaan. Kita jadi sulit menikmati momen, mudah lelah secara mental, bahkan bisa memengaruhi ibadah dan hubungan dengan orang lain. Padahal, tidak semua hal harus kita kendalikan.

Dalam ajaran Islam, kita diajarkan untuk berikhtiar (berusaha) dan bertawakal (berserah diri kepada Allah). Artinya, setelah kita melakukan yang terbaik, kita serahkan hasilnya kepada Allah. Allah berfirman dalam Al-Qur’an bahwa Dia tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya. Ini menjadi pengingat bahwa apa pun yang kita hadapi, sebenarnya masih dalam batas kemampuan kita.

Rasulullah ﷺ juga mengajarkan untuk tidak berlarut-larut dalam kekhawatiran. Memikirkan masa depan boleh, tapi jangan sampai melupakan hari ini. Terlalu sibuk dengan hal yang belum terjadi justru bisa menjauhkan kita dari rasa syukur atas apa yang sudah ada.

Salah satu cara mengurangi overthinking adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah. Perbanyak doa, dzikir, dan membaca Al-Qur’an agar hati menjadi lebih tenang. Selain itu, cobalah fokus pada hal yang bisa kita kontrol, seperti usaha dan sikap kita sendiri. Ketika pikiran mulai berlebihan, alihkan dengan kegiatan positif seperti membaca, berolahraga ringan, atau melakukan hal yang kita sukai.

Overthinking bukan berarti kita lemah, tapi tanda bahwa kita sedang terlalu memikirkan banyak hal sekaligus. Dengan menyeimbangkan usaha dan tawakal, serta memperkuat iman, kita bisa belajar untuk lebih tenang dan percaya bahwa segala sesuatu sudah diatur dengan sebaik-baiknya oleh Allah.

Pada akhirnya, hidup bukan tentang memikirkan semua kemungkinan, tetapi tentang menjalani hari dengan penuh keyakinan. Apa yang menjadi takdir kita tidak akan tertukar, dan apa yang sudah ditetapkan Allah pasti mengandung kebaikan.

Barakallahu fiikum…

No Comments

Tinggalkan Komentar