Oleh: Atika Rahayu, M.T.
(Guru SD Yaa Bunayya Palembang)
Bismillahirrahmanirrahim
Dalam Islam, buruk sangka (su’udzon) dan mengorek aib orang lain adalah perilaku yang dilarang dan dianggap sebagai perbuatan yang tidak baik. Buruk sangka adalah sikap atau perilaku yang berasumsi negatif terhadap orang lain tanpa bukti yang jelas. Islam melarang umatnya untuk berburuk sangka terhadap orang lain karena dapat merusak hubungan dan menimbulkan fitnah. Buruk sangka berdampak dapat menyebabkan konflik, kehilangan kepercayaan, permusuhan, kesalahpahaman, dan kerusakan hubungan sosial.
Allah Berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak dari prasangka, karena sebagian prasangka adalah dosa. Dan jangan mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah menggunjing satu sama lain. Apakah ada di antara kalian yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kalian merasa jijik. Maka bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.”
(QS. Al-Ḥujurāt: 12).
Janganlah kalian memata-matai atau menyelidiki aib kaum muslimin. Jangan kalian ikuti dan korek-korek urusan mereka. Bentuk akhlak mulia adalah tidak ikut campur atau menyibukkan diri dengan kesalahan dan kekurangan orang lain, terlebih lagi yang mereka sendiri tidak ingin orang lain mengetahuinya. Sikap taghaaful di sini adalah bentuk kasih sayang dan penjagaan terhadap kehormatan saudara sesama muslim. Ketika seseorang seolah-olah tidak melihat kesalahan orang lain karena ingin menjaga hubungan baik.
Adapun kiat yang dapat dilakukan dari menghindari sifat su’udzon:
Tinggalkan Komentar