Info
Friday, 17 Apr 2026
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026 / 2027 untuk TK, SD dan SMP Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

KEPERCAYAAN DIRI: CARA SEDERHANA AGAR ANAK MERASA DIHARGAI

Monday, 15 September 2025 Oleh : admin

Oleh : Fadillah Noer Anisa
Guru TK YBIS Sekip

Pendidikan anak usia dini yang memasuki usia pra sekolah yaitu anak-anak dididik dan dibina dalam sebuah lembaga untuk mengembangkan segala aspek perkembangan anak diantaranya dalam perkembangan sosial emosional anak. Salah satu aspek yang penting dikembangkan adalah aspek percaya diri.

Peran orang tua sebagai pendidik utama sangat penting dalam membentuk kepribadian anak menjadi percaya diri. Peran orang tua dalam membangun kepercayaan diri anak adalah menjadi pendengar yang baik, menunjukkan sikap menghargai, memberi kesempatan membantu, melatih kemandirian anak, membantu anak agar lebih optimis, memupuk minat dan bakat anak, mengajak memecahkan masalah, mencari cara membantu sesama, memberi kesempatan anak berkumpul bersama orang dewasa dan mengarahkan agar dapat mempersiapkan masa depan.

Banyak hal yang bisa menumbuhkan rasa percaya diri, diantaranya adalah dengan pemberian apresiasi ketika anak telah melakukan hal yang baik dan membanggakan. Pemberian apresiasi bila dilakukan secara terus menerus dan dipupuk sejak dini maka akan menjadi stimulasi yang baik untuk anak dalam mencapai cita-citanya.

Dalam membangun rasa percaya diri pada anak usia dini orang tua sangat memiliki peran penting. Membangun kepercayaan diri pada anak dapat dilakukan dengan cara:

  1. Mendengarkan dengan Empati

Saat sang anak meminta perhatian orang tua, sebaiknya para orang tua mencoba mendengarkan dengan sungguh-sungguh. Karena jika orang tua mengabaikan anaknya maka akan menimbulkan perasaan tidak berharga, tidak layak untuk diperhatikan pada diri anak sehingga berdampak pada rasa percaya dirinya. Anak yang merasa didengar akan lebih termotivasi untuk berbicara dan mengungkapkan ide-idenya. Orang tua yang mendengarkan dengan penuh perhatian ketika anak berbicara menunjukkan bahwa perasaan dan pikiran anak dihargai.

  1. Memberikan Kasih Sayang yang Konsisten

Ungkapan kasih sayang yang tulus, baik melalui kata-kata, pelukan, atau tindakan lain, memberi anak rasa dihargai dan dicintai tanpa syarat. Kasih sayang ini membantu membangun kepercayaan diri anak dan membuat mereka merasa diterima.

  1. Membiarkan anak melakukan sendiri apa yang sudah dapat dilakukannya

Memberikan kebebasan untuk anak melakukan hal yang dapat ia lakukan untuk membangun kepercayaan diri anak.

  1. Memberikan Pujian dan Apresiasi

Pujian yang konstruktif dapat memperkuat perasaan positif pada diri anak. Memuji usaha anak, bukan hanya hasilnya, mendorong anak untuk terus berusaha dan menunjukkan bahwa usaha mereka dihargai, terlepas dari apakah mereka berhasil atau tidak.

Menghargai anak tidak selalu butuh hal besar. Tindakan-tindakan kecil yang dilakukan dengan tulus setiap hari akan menumbuhkan rasa percaya diri dan kedekatan emosional yang kuat antara anak dan orang tua. Pemberian apresiasi kepada seorang anak setelah menyelesaikan tugasnya dapat dilakukan baik berupa acungan jempol, senyuman, pujian, pemberian makanan kecil atau apapun yang membuat mereka merasa dihargai setelah melakukan tugasnya, sangat berarti bagi peningkatan rasa percaya dirinya. Dukungan emosional yang diberikan orang tua membantu anak merasa aman, dicintai, dan dihargai, yang sangat penting untuk perkembangan emosional yang sehat.

Sumber:

Fabiani, R. R. M., & Krisnani, H. (2020). Pentingnya peran orang tua dalam membangun kepercayaan diri seorang anak dari usia dini. Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat7(1), 40.

Ayub, S., Taufik, M., & Fuadi, H. (2024). Pentingnya peran orang tua dalam pendidikan anak. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan9(3), 2303-2318.

Islami, C. C., Gustiana, E., & Haerudin, D. A. (2023). Upaya menumbuhkan rasa percaya diri anak usia dini dengan pemberian apresiasi. Jambura Early Childhood Education Journal5(1), 162-171.

 

No Comments

Tinggalkan Komentar