Oleh : Lydia Utari Paramitha, S.Si
Staff Adminitrasi SMP Yaa Bunayya Palembang
Mendidik anak agar percaya diri dan terhindar dari bullying membutuhkan pendekatan yang holistic, baik dari segi mental, emosional, social maupun fisik.
Berikut beberapa strategi yang dapat diterapkan agar anak terhindar dari bully :
- Bangun Kepercayaan Diri Anak Sejak Dini
- Berikan pujian tulus, hargai setiap usaha anak, bukan hanya hasil. Misalnya, “Mama/Papa bangga kamu berani mencoba”
- Latih kemandirian dengan membiarkan anak mengambil Keputusan kecil. Misalnya memilih baju, makanan, agar terbiasa percaya pada pilihannya
- Ajarkan keterampilan baru misalnya dengan berolahraga bersama untuk meningkatkan rasa kompeten anak
- Ajarkan Anak untuk Menghargai Diri Sendiri
- Tanamkan mindset positif dengan membantu anak memahami bahwa setiap orang punya kelebihan dan kekurangan
- Hindari kritik berlebihan, koreksi kesalahan dengan cara membangun bukan merendahkan
- Bantu anak mengenali emosinya,, ajari cara mengelola rasa takut, marah atau sedih agar tidak mudah terpengaruh dengan ejekan
- Latih Keterampilan Sosial & Komunikasi
- Ajarkan cara bersikap asertif. Misalnya tatap mata lawan bicara, bicara dengan jelas dan katakan “Tidak!” jika diperlukan.
- Role play situasi sulit dengan mempraktikan cara menghadapi bully. Misalnya “Aku tidak suka diperlakukan seperti ini.” “ Diam saja bukan berarti aku takut, tapi aku memilih tidak membalas.”
- Dorong anak punya teman baik. Bullying sering terjadi pada anak yang terisolasi. Bantu anak membangun pertemanan sehat
- Ciptakan Lingkungan yang mendukung
- Jadilah pendengar aktif bagi anak karena anak harus merasa aman bercerita tanpa dihakimin
- Pantau pergaulan tanpa overprotektif dengan kenali teman-temannya dan waspadai tanda-tanda bullying (misal: tiba-tiba mogok sekolah)
- Kolaborasi dengan sekolah, pastikan guru dan pihak sekolah memiliki kebijakan anti bullying
- Ajarkan Anak Cara Menghadapi Bullying
- Jangan balas dengan kekerasan – Membalas justru bisa memperparah situasi
- Abai dan jauhi pelaku – Bully sering mencari reaksi. Jika tidak mendapat respons, mereka mungkin bosan
- Laporkan pada orang dewasa – Ajari anak bahwa melapor bukan tindakan “pengecut” tapi merupakan langkah bijak
- Bantu Anak Pulih Jika Sudah Terkena Bullying
- Validasi perasaannya – Jangan katakan “Sudah, jangan diambil hati,’’ tapi katakana “mama/papa mengerti kamu sedih, ini bukan salahmu”
- Latih mental resilience – Bantu anak melihat dirinya lebih kuat dari masalah ini
- Orang tua Harus Jadi Contoh
- Anak belajar dari sikap orang tua. Tunjukkan bagaimana orang tua menghadapi konflik dengan percaya diri dan tanpa kekerasan.
- Dengan kombinasi kepercayaan diri, dukungan keluarga, dan keterampilan sosial yang baik, anak akan lebih siap menghadapi dunia sosial dan terhindar dari bullying
Sumber : Pusat Tumbuh Kembang Anak http://kidshubclinic.com
Tinggalkan Komentar