Info
Sunday, 16 Jun 2024
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2023 / 2024 untuk TK dan SD Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

Sensory Play, Asah Kemampuan Sensorik Anak

Wednesday, 15 December 2021 Oleh : admin
Penulis : Adelia Intan Rahmaniar, S.Kom.
(Guru TK YBIS)
   

Sensory Play” adalah sebutan untuk permainan anak apapun yang melibatkan penggunaan 1 dari 5 panca indera. Ketika anak mengayun, mewarnai, makan cemilan, atau bermain di meja makan, mereka menggunakan indra dan ini sangat bagus, karena ini menjadi cara utama anak belajar.

Apa itu Sensory Play?

Permainan sensori tidak hanya sekadar merasakan tekstur dari sebuah benda, tetapi lebih dari itu.

Mengutip dari Good Start Early Learning, Sensory Play adalah aktivitas yang dapat memberikan stimulasi pada tujuh indera anak. Indra tersebut meliputi:

  • Peraba (kulit),
  • Pengecap (lidah),
  • Penglihatan (mata),
  • Pendengaran (telinga), dan
  • Penciuman (hidung).

Selain lima panca indra tersebut, ada dua indera tambahan :

  • Vestibular (keseimbangan) dan
  • Proprioseptif (gerakan).

Aktivitas anak yang membuatnya menggunakan salah satu atau tujuh inderanya termasuk ke dalam kegiatan melatih sensorik.

Beberapa contoh permainan anak Sensory Play untuk anak antara lain:

  • Permainan anak sensory play untuk bayi. Melihat gelembung sabun di udara dan merasakannya mendarat di kulit, atau menggosok-gosok kertas untuk mendengar suaranya, merasakan teksturnya, dan melihat perubahan bentuknya.
  • Permainan anak sensory play untuk batita. Mengamati cahaya dan bayangan yang terbentuk oleh senter pada benda berbeda bentuk dan ukuran, atau melihat campuran warna dan pola pada finger painting.
  • Permainan anak sensory play untuk anak usia prasekolah. Menciptakan bentuk dan permainan dengan pasir atau bermain dengan alat musik dan mendengarkan nada ketika meniup alat musik.

Manfaat permainan anak Sensory Play

Aktivitas pada permainan anak sensory play seru dan menarik untuk bayi dan anak kecil, mendorong anak untuk bereksplorasi dan melakukan investigasi. Terlebih, aktivitas pada permainan anak sensory play mendorong anak untuk menggunakan metode ilmiah mengamati, membentuk hipotesa, bereksperimen, dan membuat kesimpulan.

Aktivitas permainan anak sensory play juga membantu otak menciptakan koneksi lebih kuat ke informasi sensory. Misalnya, anak bisa kesulitan bermain dengan anak lain ketika ada terlalu banyak yang terjadi disertai konflik suara atau penglihatan. Melalui permainan anak sensory play, anak belajar memblokir suara yang tidak penting dan fokus pada permainan yang terjadi bersama teman.

Contoh lain adalah ketika anak makan makanan dengan tekstur basah. Penggunaan permainan anak sensory play bisa membantu anak melalui sentuhan, bau, dan bermain dengan tekstur. Ketika anak mengembangkan rasa percaya dan pemahaman tentang tekstur ini, akan membantu respon positif di otak untuk mengatakan aman jika bermain dengan makanan ini.

Alasan lain permainan anak sensory play bermanfaat untuk anak adalah:

  • Membantu membangun koneksi saraf dalam otak
  • Mendorong perkembangan kemampuan motorik
  • Mendorong perkembangan bahasa
  • Mendorong berpikir ilmiah dan memecahkan masalah

Keinginan untuk bermain permainan anak sensory play datang secara alami pada anak dan harus didorong dan didukung baik di rumah maupun di lingkungan belajarnya.

Peran permainan anak Sensory Play

Semua anak bisa mendapat manfaat dari permainan anak sensory play, termasuk anak yang mengalami autisme atau mereka yang mengalami disfungsi integrasi sensory dan kesulitan menata semua stimulasi yang datang padanya melalui panca indra.

Sebenarnya, semua anak butuh bantuan untuk belajar bagaimana menggunakan panca indra. Sejak awal bayi lahir, ia dirancang untuk mengeksplorasi dunia melalui panca indra. Itu sebabnya kenapa bayi dan batita menyentuh apa saja dan memasukkannya ke mulut, dan itu sebabnya anak membuat suara lucu dengan mulut dan bereksperimen tentang bagaimana suara terdengar ketika jarinya dimasukkan ke telinga. Itu sebabnya anak berputar-putar hingga merasa pusing, terjatuh, lalu bangun dan melakukannya lagi.

1. Permainan anak sensory play bukan hanya berupa sentuhan

Permainan anak sensory play bukan sekedar sentuhan, tapi juga tentang panca indra lainnya. Misalnya, bau tajam dari cuka melibatkan eksperimen ilmiah. Warna air selama eksperimen mencampur warna, atau tekstur dan bau dari menghirup cat adalah bagian dari mengasah panca indra anak.

Eksplorasi sensory adalah cara anak menguji, menemukan, mengkategorikan, dan mengindrakan dunia, dan sangat bermanfaat bila orang tua memberi kesempatan bermain permainan anak sensory play untuk anak.

2. Permainan anak sensory play dan kemampuan bahasa

Rasa juga bisa membangun dasar bahasa anak. Ia tidak lagi ingin nasi goreng, tapi ia ingin makanan dengan rasa asin atau manis, tapi yang jelas bukan rasa hambar atau pahit.

3. Permainan anak sensory play dan kemampuan motorik halus

Kemampuan motorik halus adalah yang membutuhkan kemampuan dan koordinasi kelompok otot kecil yang penting untuk menulis, mengikat tali sepatu, memasang kancing, menutup resleting, dan sebagainya. Permainan anak sensory play untuk anak sering kali melibatkan dan membangun kemampuan motorik halus ketika anak mengeksplorasi benda menggunakan gerakan menuang atau mengikat.

Jenis permainan anak sensory play untuk anak

1. Permainan anak sensory play untuk bayi

Berikut ini beberapa ide permainan anak sensory play untuk bayi:

o Permainan anak sensory play dengan rol rambut

Bisa gunakan bebagai ukuran rol rambut dan meletakkannya di dalam keranjang. Rol rambut bisa membantu anak bereksplorasi, memutar dan membaliknya, serta menggerakkan jari di atas permukaannya. Bayi Anda bisa belajar menyatukan dan memisahkannya.

o Gelembung sabun

Mama bisa baringkan bayi di sofa dan ia berada dekat dengan Anda tapi di jarak yang aman dan nyaman, lalu Anda bisa meniup gelembung di sekitar bayi, tidak ke dekat wajahnya agar gelembung tidak pecah di dekat matanya.

Bayi bisa terkejut melihat gelembung muncul dan menatapnya, serta membuka mulut ketika gelembung berada di dekatnya. Ia fokus pada gelembung dan mengikuti ke mana gelembung mendarat, atau hilang dari pandangan. Ia bahkan akan mengangkat tangannya karena kegirangan.

o Permainan anak sensory play dari botol plastik

Bila bayi sudah mulai duduk atau bergerak dengan perutnya, ia akan senang dengan segala hal baru. Gunakan botol plastik kosong yang sudah dibersihkan. Lalu tambahkan material sederhana untuk membantu bayi bereksplorasi ketika melihat bagian dalam botol. Anda bisa pilih isian berdasarkan suara yang diciptakan ketika botol digerakkan.

2. Permainan anak sensory play untuk batita

Play dough warna-warni buatan sendiri

Play dough memiliki tekstur yang lembut. Anak bisa membuat berbagai bentuk dari play dough. Agar aman ketika anak bermain, play dough dibuat dari bahan-bahan yang aman jadi mama tak perlu khawatir bila anak memasukkannya ke mulut

Slime

Satu lagi permainan anak sensory play untuk anak yang tidak kalah seru. Slime bagus untuk melatih otot kecil anak.

o Bermain air

Hanya karena Anda tidak bisa keluar rumah tidak berarti Anda tidak bisa bersenang-senang bermain bersama buah hati.

Siapkan beberapa piring dengan air serta sendok, spon, dan alat lain untuk memanipulasi air dari tempat cuci piring. Bila tidak ada bak cuci, isi ember dengan air dan mainan. Aktivitas ini akan membuat anak sibuk.

3. Permainan anak sensory play untuk anak usia prasekolah       

Permainan anak sensory play berikut bisa Anda coba bersama anak usia prasekolah:

o Mencari jejak bentuk segitiga dan berlian

  • Kertas bergambar bentuk segitiga dan berlian
  • Alat untuk melacak, bisa beras atau pasir
  • Nampan
  • Krayon atau pensil
  • Aktivitas ini sangat sederhana, tapi memberi anak latihan untuk menulis. Pertama Anda bisa pilih media yang akan digunakan. Anda bisa gunakan beras atau pasir. Aktivitas ini tidak direkomendasikan untuk anak usia kurang dari 3 tahun karena mereka masih sering memasukkan benda ke dalam mulut. Juga karena mereka belum mengenal bentuk seperti segitiga atau berlian hingga usia 4 tahun.

Minta anak menggunakan jari atau kuas untuk menyusuri bentuk pada nampan yang sudah terisi dengan pasir atau beras. Mama bisa bantu menggeser bahan ini agar anak bisa melihat titik awal garis pada gambar berlian atau segitiga yang sudah di cetak dan dilaminasi sebelumnya. Setelah anak menyusuri jejak, minta anak membersihkan pasir atau beras dari bagian tengah gambar.

o Matras untuk melompat

Aktivitas ini cocok untuk anak yang suka melompat atau memanjat. Anda bisa siapkan matras atau kasur lantai. Buat tumpukan untuk memastikan cukup aman bila anak melompat ke atasnya. Lalu sediakan permukaan yang rata untuk dipanjat seperti sofa atau kursi dan minta anak melompat ke tumpukan kasur. Anak-anak pasti sangat senang melakukannya. Tapi jangan lakukan aktivitas ini bila tidak bisa mengawasi buah hati.

Sumber :
https://www.ibupedia.com/artikel/balita/4-manfaat-dan-contoh-permainan-anak-sensory-play

https://hellosehat.com/parenting/anak-1-sampai-5-tahun/perkembangan-balita/manfaat-sensory-play/

No Comments

Tinggalkan Komentar