Penulis : Khoulah, S.Pd
(Guru TK YBIS Sako)
Pada masa serba hi-tech sekarang ini, hadirnya beragam game online, acara televisi, YouTube menjadi tantangan tersendiri. Kesibukan kita yang demikian padat membuat sebagian orang berpikir bahwa gadget bisa menstimulasi anak-anak. Pertanyaannya adalah benarkah gadget dapat menggantikan beragam aktivitas fisik untuk menstimulasi aspek sensorik dan motorik anak? Meski gadget terbukti dapat membuat anak duduk dengan tenang dan “seolah” fokus pada layar, benarkah membiarkan anak terus-menerus terpapar gadget tak berdampak pada tumbuh kembang anak?
Jika anak terus-menerus terbiasa menatap layar dengan berbagai macam gerakan yang demikian cepat, bagaimana ia akan tahan menjalani proses belajar yang membutuhkan ketekunan? Kita mengharapkan anak dapat duduk dengan tenang untuk menggambar dan mewarnai, misalnya, tetapi kita membiarkannya terbiasa dengan satu kali mengetuk layar akan membuat sebuah bidang terwarnai dengan sempurna. Kita ingin anak dapat menggenggam pensil dengan kuat dan hasil guratannya tegas, tetapi kitalah yang membuatnya sibuk menggambar dilayar dengan hanya menyentuhkan jemari dilayar.
Belum lagi terkait perkembangan komunikasi verbalnya. Tidakkah kita sadari semakin banyak anak usia dini yang mengalami keterlambatan bicara? Sebagian diantara kita lupa tidak ada yang dapat menggantikan dahsyatnya komunikasi langsung antarmanusia. Komunikasi tidak sesempit tentang banyaknya kosa kata yang diketahui oleh anak, tetapi juga tentang cara-cara penyampaian pesan, ide, dan hal-hal yang kita rasakan. Anak perlu mendapat pengalaman langsung cara berinteraksi agar ia mendapat contoh penggunaan beragam bahasa tubuh seperti tatapan mata, anggukan, atau tepukan hangat saat berkomunikasi.
Belum lagi hal-hal semacam artikulasi yang sering luput dari perhatikan kita. Pernahkah kita memperhatikan cara tokoh-tokoh kartun bicara? Bagaimana gerakan mulut serta intonasi suara mereka ditampilkan saat berbicara? Tokoh-tokoh yang terdapat dalam layar gadget mememang sering kali tampak seolah-olah berkomunikasi dengan anak kita. Namun, kita semua tahu bahwa mereka tak sungguh-sungguh berbicara kepada anak kita. Penting sekali bagi anak untuk berhadapan dengan berbagai komunikasi langsung dengan manusia dilingkungannya secara alami.
Dalam buku berjudul Dr. Montessori’s Own Handbook, Dr. Montessori menjelaskan dengan gamblang dan terperinci pentingnya stmulasi sensorik dan motorik pada anak. Dengan tegas beliau menyampaikan bahwa tercapainya kemampuan akademis anak seperti membaca, menulis, dan berhitung merupakan buah dari terstimulasinya seluruh indra dan aspek motorik. Jika dikaitkan dengan kondisi saat ini ketika anak-anak tumbuh pada era teknologi, tentu hal tersebut akan berpengaruh pula dengan tumbuh kembang anak dan kemampuannya pada aspek akademis.
Sumber : Dwina Paramita, Vidya. (2021). Montessori: Keajaiban Membaca Tanpa Mengeja. Yogyakarta: Penerbit Bentang
Tinggalkan Komentar