Info
Sunday, 24 Sep 2023
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2023 / 2024 untuk TK dan SD Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

Menjadi Sahabat Anak

Tuesday, 29 August 2023 Oleh : admin

Penulis : Mauliana Risty Rahmayani, S.Si
(Guru TK YBIS Sako)

Bismillah was shalatu wa salamu’ala Rasulillah wa ‘ala aalihi wa shohbihi ajma’in

Anak adalah amanah dan hadiah dari Allah azza wa jalla,  terlahir dalam keadaan fitrah dan corak interaksi orangtua memegang peranan penting terhadap penanaman  nilai  pendidikan anak-anak. Dewasa ini, banyak orang tua yang memposisikan diri “hanya” sebagai orang tua, berinteraksi dengan anak dalam corak “orang tua dengan anak”, sehingga yang berlaku semata-mata hak dan kewajiban. Sebatas pemenuhan materi, gadget canggih nan mahal dengan  paket internet tanpa batas, makan yang berlimpah dan  screentime tv tanpa batas waktu.

Di satu sisi pada dasarnya anak-anak sama seperi orang dewasa umumnya,  sangat memerlukan perhatian, cinta, dan kasih sayang. Mereka  ingin mendapatkan tempat curhat yang mau mendengarkan keluh kesahnya, ingin didengarkan, serta mau keinginannya diapresiasi. Mereka tidak hanya memerlukan figur “orang tua”, namun mereka membutuhkan peran orangtua sebagai sahabat.

Penting untuk memposisikan diri sebagai sahabat anak karena dapat membantu orang tua menjadi lebih akrab sehingga anak mudah untuk membuka diri tanpa adanya dinding peraturan yang menghalangi. Anak cenderung merasa lebih dekat karena ada perasaan  nyaman yang di bangun . Salah satu keuntungan peran orang tua sebagai sahabat adalah dapat membantu menyelesaikan masalah anak dengan lebih efektif dan mandiri.

Berikut ini beberapa peran orang tua sebagai sahabat yang perlu diketahui :

  • Penyamaan visi misi orangtua dan menjadi tauladan bagi anak

Orangtua harus bersahabat lebih dahulu secara individu satu sama lain, saling menguatkan satu sama lain agar siap untuk menjadi sahabat yang istimewa bagi anak. Ketika kedua orangtua sudah menjadi sahabat satu sama lain, maka akan terjalin keselarasan dan penyamaan visi, misi dan prespesi dalam pola pengasuhan anak, serta dapat dengan mudah mendiskusikan dan mencari solusi problematika dalam mendidik anak. Mudah menemukan kesamaan pandangan dalam mengarahkan anak dan tidak membuat bingung anak dengan adanya perbedaan pendapat di antara kedua orangtuanya.

  • Bermain bersama anak

Peran orang tua sebagai sahabat yang pertama adalah bermain bersama anak terutama di waktu luang. Bermain bersama anak selain dapat menghibur dan mencegah anak menjadi sedih, ini juga dapat membantu meningkatkan keakraban antara orang tua dan anak.Pola permainan mengikuti jenjang usaia anak. Dengan  bermain ini juga mampu meningkatkan pemahaman antara orang tua dan anak.

  •  Memahami  anak

Memahami bahwa anak memiliki mood yang berbeda-beda setiap harinya, terkadang anak menjadi mudah marah, sedih kemudian akan kembali senang lagi setelah beberapa waktu. Perubahan  mood yang dimiliki anak ini harus dimengerti.

  • Terimalah anak dengan segala potensinya

orangtua harus memahami bahwa setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda sehingga tidak dapat menyamakan anak yang satu dengan yang lain, menerima bagaimanapun pertumbuhan fisik dan mendukung setiap perkembangannya anak agar anak tumbuh dalam kondisi nyaman dan penuh percaya diri.

  •  Meminta pendapat anak

Melibatkan anak dalam pengambilan keputusan yang akan diambil dan mendengarkan pendapatan anak dapat meningkatkan kedekatan. Anak akan terbiasa dan dapat leluasa mengutarakan pikirannya apabila terdapat hal yang mengganjal di kemudian hari.

  • Berikan Penghargaan dan Hukuman

Kecenderungan hanya ingin menyenangkan anak, membuat orang tua jadi terlalu permisif pada anak sehingga sulit untuk menegakkan aturan dan standar. Bisa berdampak buruk pada pengendalian diri anak. Anak-anak yang dibesarkan dengan pola asuh permisif cenderung merespons situasi konflik dengan kekerasan . Ketika anak berbuat salah, hendaknya menegur dengan bijak dengan  tujuan mendidik. Tidak mengekspresikan kemarahan dengan berlebihan yang dapan membuat anak merasa tertekan dan merasa direndahkan. Boleh memberi hukuman pada anak jika melakukan kesalahan.  Melakukan hukuman dengan landasan cinta dan kasih sayang, bukan untuk menyakiti. Sebaliknya, beri pujian dan penghargaan untuk setiap keberhasilan yang diraihnya agar anak merasa dihargai,dicintai dan  membuatnya termotivasi untuk melakukan hal baik.

Referensi:

https://latiseducation.com/artikel/68/Peran-Orang-Tua-sebagai-Sahabat-bagi-Anak-di-Rumah
https://www.kompasiana.com/pakcah/54f3540d745513972b6c70b6/smart-parenting-menjadi-sahabat-bagi-anak

 

 

No Comments

Tinggalkan Komentar