Info
Saturday, 13 Apr 2024
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2023 / 2024 untuk TK dan SD Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

Kenali Anak Dengan Gangguan Disleksia

Tuesday, 21 December 2021 Oleh : admin
Penulis : Alpiah
(Guru TK YBIS)
   

Disleksia adalah gangguan belajar yang umum terjadi. Berasal dari bahasa Yunani, yang berarti kesulitan berbahasa, disleksia diteliti pertama kali pada 1896. Hingga kini, disleksia merupakan gangguan belajar yang paling sering terjadi. Anak disleksia tidak hanya kesulitan membaca, tapi juga mengeja, menulis, dan aspek bahasa lain.  Berikut ini masalah yang sering dihadapi anak disleksia.

1. Masalah Fonologi

Fonologi merupakan hubungan sistematik antara huruf dan bunyi. Anak disleksia akan sulit membedakan “palu” dan “paku”, atau keliru memahami kata-kata dengan bunyi yang hampir sama, seperti “lima puluh” dan “lima belas”. Kesulitan ini tidak berkaitan dengan pendengaran.

2. Masalah mengingat perkataan

Kebanyakan anak disleksia memiliki tingkat kecerdasan normal, bahkan banyak yang di atas rata-rata. Namun, mereka kesulitan mengingat kata-kata. Ketimbang menyebut nama, mereka biasanya menyebut “temanku di sekolah”, “temanku yang laki-laki itu”, dan lainnya.

3. Masalah penyusunan urutan

Anak-anak disleksia biasanya mengalami kesukaran dalam menyebut suatu urutan. Misalnya, urutan nama bulan, atau susunan aktivitas harian. Kadang mereka juga kesulitan memahami penghitungan sederhana, seperti jika mendapat pertanyaan ini, “Apakah uang yang dipegang cukup untuk membeli kue?”

4. Masalah ingatan jangka pendek

Anak disleksia kesulitan memahami instruksi panjang. Misalnya, perintah ibu untuk, “Simpan tas di kamarmu di lantai atas, ganti baju, cuci kaki dan tangan, lalu turun lagi untuk makan siang sama ibu, tapi jangan lupa bawa buku PR matematika, ya!”

5. Masalah dalam pemahaman tata bahasa

Hal ini biasa ditemui pada anak disleksia yang terbiasa berkomunikasi dengan dua bahasa (bilingual), misalnya bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Sebab, dua bahasa ini memiliki susunan bahasa yang berbeda.

Tanda-tanda Anak Disleksia

Di samping masalah-masalah tersebut, anak dengan disleksia juga dapat dikenali dengan tanda-tanda berikut ini,

  • Kesulitan mengenali huruf dan mengejanya,
  • Kesulitan mengerjakan pekerjaan tertulis secara terstruktur, misalnya menulis essay,
  • Kesalahan dalam memahami huruf, sehingga huruf-huruf yang mirip, sering tertukar. Misalnya “b” dan “d”, “p” dan “q”, “m” dan “w”, “s” dan “z”.
  • Tidak membaca dengan tepat, misalnya menghilangkan awalan dan kata penghubung.
  • Memiliki tulisan tangan buruk,
  • Kesulitan membedakan kanan dan kiri.

Tips Membimbing Anak Disleksia

Untuk membantu anak disleksia, mulailah berdiskusi dengan guru-guru di sekolahnya. Jika kemampuan membaca anak berada di bawah rata-rata murid seusianya, Anda disarankan berkonsultasi dengan dokter spesialis anak. Namun, dokter sendiri membutuhkan waktu yang tak sebentar, untuk bisa mendiagnosis disleksia. Penentuan diagnosis menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder V (DSM-V) dilakukan pada usia sekolah, yaitu sekitar usia 7 tahun. Namun, gejala-gejala yang mengarah pada kemungkinan terjadinya disleksia, dapat diketahui jauh sebelum usia tersebut.

Pertama-tama, dokter akan melihat berbagai kemungkinan yang membuat Si Kecil kesulitan membaca. Dokter juga bisa merekomendasikan Anda untuk berkonsultasi dengan,

  • Psikolog anak,
  • Psikolog pendidikan,
  • Dokter spesialis mata,
  • Dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT),
  • Dokter spesialis saraf.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), disleksia bukanlah kondisi yang bisa diatasi lewat terapi atau pengobatan. Anak dengan disleksia akan mengalami tantangan tersebut seumur hidupnya. 

Namun, evaluasi untuk menentukan kebutuhan dan perawatan yang tepat, dapat meningkatkan keberhasilan. Salah satunya melalui terapi edukasi, dengan menggunakan pendekatan dan teknik pendidikan secara khusus. Misalnya, guru dapat menggunakan teknik yang melibatkan pendengaran, penglihatan, dan sentuhan untuk meningkatkan keterampilan membaca anak.

Perawatan Untuk Anak Disleksia

Membantu seorang anak menggunakan beberapa indera untuk belajar, misalnya mendengarkan pelajaran yang direkam, dan menelusuri bentuk huruf dengan jari, dapat membantu dalam memproses informasi.
Perawatan untuk anak disleksia berfokus pada:

  • Mengenali dan menggunakan suara terkecil yang membentuk kata-kata (fonem),
  • Memahami kata maupun kalimat yang dibaca,
  • Membaca dengan suara yang keras untuk membangun akurasi, kecepatan, dan kelancaran bacaan,
  • Membangun kosakata yang dikenal dan dipahami.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), disleksia bukanlah kondisi yang bisa dipulihkan lewat terapi atau pengobatan. Anak disleksia dinyatakan “sembuh”, apabila kelak berhasil menemukan sendiri, cara menghadapi tantangan tersebut.  Namun, orang-orang terdekat seperti keluarga dan guru, tentu bisa memberikan bantuan dan bimbingan bagi anak disleksia. Tidak pernah ada kata terlambat, untuk membantu anak disleksia.

Sumber :
https://rsud.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/disleksia-gangguan-belajar-yang-membuat-anak-kesulitan-membaca-dan-mengingat-87

No Comments

Tinggalkan Komentar