Info
Sunday, 16 Jun 2024
  • Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2023 / 2024 untuk TK dan SD Yaa Bunayya Islamic School, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak pada website.

Amru Bin Salamah Sang Qari’ Kecil

Friday, 7 January 2022 Oleh : admin
Penulis : Bintang Maharani, S.Si
(Kadiv SDM YBIS)
   

Dia adalah qari‘ yang berusia enam tahun. Amru bin Salamah pernah menjadi imam shalat karena ia memiliki banyak hafalan Al-Qur’an.

Para sahabat telah mengakui hak anak kecil tersebut, Amru bin Salamah berkata,

”(Ketika terjadi penaklukan penduduk kota Makkah), ayah dan kaumku segera masuk Islam. Ketika ayahku datang, ia berkata,

“Demi Allah aku membawa kalian sebuah kebenaran dari sisi Nabi shalallaahu ‘alaihi wa sallam lalu ia berkata,

“Lakukanlah shalat ini, pada waktu ini, dan shalat itu, pada waktu itu. Apabila datang waktu shalat, hendaklah salah seorang dari kalian beradzan dan yang mengimami shalat kalian adalah yang paling banyak hafalan Al-Qur’annya. Mereka saling memandang dan tidak ada seorangpun yang lebih banyak hafalannya daripada aku, karena aku telah mempelajarinya dari kafilah dagang. Maka mereka pun mengajukan diriku di hadapan mereka, padahal usiaku saat itu usia enam atau tujuh tahun. Pada diriku melekat kain kecil yang jika aku sujud kain itu tersingkap dari diriku.

Seorang wanita dari suatu wilayah lewat dan berkata,

“Mengapa kalian tidak menutupi pantat pembaca Al-Qur’an kalian?”. Akhirnya mereka membeli kain dan memotongkan untukku satu baju. Aku tidak pernah gembira oleh sesuatu segembira saat mendapatkan baju itu”.

HR. Shahih Al Bukhori: V/1564

Islam sangat memperhatikan dan memuliakan anak kecil karena keistimewaan atau kelebihannya dalam membaca dan memiliki hafalan Al-Qur’an yang lebih banyak dibandingkan dengan orang lain.

Selain diajarkan Al-Qur’an, orang tua atau pendidik membimbingnya untuk memahami gerakan atau bacaan shalat. Serta perkara-perkara yang berkaitan dengan thaharah agar shalatnya sah. Terlebih lagi ketika jadi imam shalat, meskipun masih kecil ia perlu dipahamkan rukun, syarat dan berbagai perkara yang berhubungan dengan ibadah shalat.

Dan kisah Amru bin Salamah di atas, hendaklah memotivasi orang tua atau pendidik untuk lebih mendekatkan anak agar berinteraksi dengan Al-Qur’an. Menghafal Kitabullah di usia dini lebih terpatri dalam ingatan dan lebih kokoh hafalannya karena fitrahnya masih polos dan belum banyak permasalahan yang dihadapinya.

Jadikan anak mencintai Al-Qur’an dan bimbinglah dia meraih kemuliaan hidup bersama Al-Qur’an dengan mengajarkan membacanya, memahamkan maknanya, serta menjadikannya bahagia dengan Al-Qur’an. Dengan mengajarkan Kitabullah dan menegakkan shalat sejak dini ia akan tumbuh selaras dengan fitrahnya.

Semoga kisah di atas menginspirasi orang tua dan pendidik untuk lebih intens membimbing anak membaca Al-Qur’an dan memahamkan maknanya dengan bahasa yang mudah dipahami anak. Kemampuan dan kecerdasan anak memang tidak sama, namun ketika kita memiliki niat dan cita-cita yang tinggi untuk memberikan yang terbaik untuk buah hati, kita akan dimudahkan Allah subhanahu wa ta’ala. Meskipun mereka bukan seperti Asy-Syafi’i yang hafal Al-Qur’an sejak usia tujuh tahun atau Ibnu Abbas yang saat usianya masih kecil telah hafal ayat-ayat muhkam. Dan jangan pernah lupakan berdo’a kepada Allah ‘azza wa jalla agar kita diberi kekuatan dan kemudahan dalam mendidik anak.

Wallahu a’lam.

Sumber :
https://muslimah.or.id/11981-amru-bin-salamah-sang-qari-kecil.html

No Comments

Tinggalkan Komentar